Situasi ruang kelas SDN Margaasih yang jebol akibat banjir di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (20/3/2025). ANTARA/Rubby Jovan
"Kami berupaya semaksimal mungkin untuk membantu warga yang terdampak banjir," kata Bupati Bandung dalam keterangan persnya.
"Kami juga akan segera melakukan perbaikan terhadap fasilitas umum yang rusak, termasuk sekolah."
Banjir di Rancamalang ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan mengelola daerah aliran sungai dengan baik. Perubahan iklim yang ekstrem juga menjadi faktor yang memperparah potensi terjadinya bencana banjir.
Hingga saat ini, warga yang terdampak banjir masih membutuhkan bantuan berupa makanan, air bersih, pakaian, dan obat-obatan. Mereka juga berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai dan memperbaiki infrastruktur yang rusak agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Fitur Baru BRImo Dari BRI: Beli Obat Online Mudah via Apotek K-24
-
Desa BRILian dari BRI Berdayakan Masyarakat Desa Manemeng
-
Misteri Mr X di Sangrawayang Terpecahkan! Ternyata Wisatawan Depok yang Hanyut dari Banten
-
Mr X di Tengah Lautan: Nelayan Sangrawayang Temukan Jasad Mengapung 1 Mil dari Bibir Pantai
-
Mencekam! Travel Terjun ke Jurang 10 Meter di Sukabumi: Ibu dan Balita Menangis di Dasar Lembah