SuaraJabar.id - Publik dibuat geram oleh sebuah potret viral yang menampilkan seorang ibu bernama Rini dan bayinya berusia 9 bulan, terbaring lesu di lantai.
Narasi yang menyebar cepat menuding Polres Metro Jakarta Pusat telah menahan mereka secara tidak manusiawi setelah status Rini diubah dari saksi menjadi tersangka.
Namun, sebuah plot twist besar diungkap oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Di balik narasi pilu tersebut, pihak kepolisian membongkar dugaan kasus penipuan besar senilai Rp420 juta yang menjerat Rini sebagai tersangka utama.
Menjawab gelombang amarah publik, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, meluruskan informasi yang paling menyita perhatian lokasi dan kondisi penahanan.
Menurutnya, foto viral itu sama sekali tidak diambil di dalam sel tahanan.
"Momen dalam foto itu diambil bukan dalam tahanan Polres Metro Jakarta Pusat. Melainkan di sofa yang berada di dalam ruangan dengan perwira Satuan Reserse Kriminal setelah Rini selesai diperiksa," tegas Roby dilansir dari Suara.com, Selasa 5 Agustus 2025.
Ia juga membantah narasi bahwa sang bayi ikut mendekam di tahanan. Suami Rini disebut turut mendampingi selama proses pemeriksaan, dan sang bayi sudah dijemput pulang oleh ayahnya pada malam hari.
"Selama proses pemeriksaan, tersangka datang didampingi oleh suami dan membawa bayinya. Sekitar pukul 22.00 WIB, bayi tersebut dijemput dan dibawa pulang oleh ayahnya," jelas Roby.
Ia menambahkan, bahwa Polisi sangat memahami aspek kemanusiaan hak-hak anak tetap pihaknya perhatikan dengan baik.
Baca Juga: Ibu dan Bayi Ditahan Viral, Publik: Sudah Bener Kibarkan Bendera One Piece
Di balik citra korban, polisi membeberkan kasus yang menjadi pangkal masalah. Rini Rismala Soetarya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan dua unit mobil.
Kasus ini bermula dari laporan seorang warga asal Papua Tengah berinisial AS. Korban mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp420 juta kepada Rini untuk pembelian dua unit mobil Toyota Hilux bekas. Namun, setelah uang lunas dikirim, mobil yang dijanjikan tak kunjung datang.
Penyelidikan polisi mengungkap fakta yang lebih mengejutkan. Rini diduga sejak awal tidak pernah berniat mengirimkan mobil tersebut.
Uang ratusan juta milik korban diakui Rini telah ludes digunakan untuk kepentingan pribadi.
"Uang senilai Rp420 juta yang dikirim korban juga diakui oleh Rini telah dipergunakan untuk keperluan pribadi seperti membayar cicilan rumah, membayar DP mobil, hingga membeli HP seharga Rp24 juta," papar Roby.
Dari total kerugian tersebut, Rini diketahui baru mengembalikan sebagian kecil. "Dari total Rp420 juta, tersangka baru mengembalikan sekitar Rp80 juta secara bertahap," ungkapnya.
Penetapan status tersangka yang berujung pada penahanan langsung juga memiliki alasan kuat menurut polisi. Keputusan ini diambil bukan karena kesewenang-wenangan, melainkan berdasarkan pertimbangan matang untuk memastikan proses hukum berjalan lancar.
Berita Terkait
-
Ibu dan Bayi Ditahan Viral, Publik: Sudah Bener Kibarkan Bendera One Piece
-
Viral Potret Ibu Rini dan Bayinya Terbaring di Tahanan, Warganet: Hukum Tanpa Nurani?
-
Ledakan Sumur Minyak Pertamina Subang Viral, Warga Panik Rekam Api Membumbung Tinggi
-
Piala Presiden 2025: Polda Jabar Terjunkan 2.632 Personel, Libatkan Jibom Amankan Si Jalak Harupat
-
Lulusan SMKN 1 Bandung Unik! Tanpa Kebaya, Jas dan Dekorasi Mewah
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Bertahun-tahun Bungkam, Aksi Bejat Ayah Cabuli Anak Kandung dari SD-SMA di Sukabumi Terbongkar
-
Pengungkapan 1,3 Ton Ketamine di Natuna, Komisi III Dorong Penerapan TPPU
-
Pedagang Menjerit! Harga Ayam di Pasar Surade Sukabumi Terus Melambung
-
Mengendus Rekayasa Hukum Lahan Kencana Bogor, Kuasa Hukum Ujang Minta Gelar Perkara Khusus
-
BPBD Kota Cirebon Salurkan 90 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan