- Pembelaan Terhadap Anggaran Besar
- Anggaran Berdasarkan Aturan dan Warisan Kebijakan
- Evaluasi Terbuka Namun Keputusan di Tangan Gubernur
SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akhirnya buka suara terkait anggaran fantastis Gubernur dan Wakil Gubernur yang viral di media sosial.
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, memberikan pembelaan bahwa total anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp33,2 miliar per tahun itu sudah sesuai aturan dan memiliki tujuan mulia menjaga "marwah" kepala daerah.
Sorotan publik tertuju pada rincian gaji gubernur yang mencapai Rp2,2 miliar per tahun dan dana operasional yang nilainya sangat jumbo, yakni Rp28,8 miliar.
Menanggapi hal ini, Herman menegaskan bahwa dana tersebut pada akhirnya akan kembali ke masyarakat.
Herman memberikan contoh konkret penggunaan dana operasional raksasa tersebut. Menurutnya, dana itu berfungsi sebagai "dana taktis" saat gubernur turun ke lapangan dan menemukan kondisi darurat yang butuh penanganan cepat, tanpa harus melalui birokrasi yang panjang.
"Yang Rp28 miliar itu kembali ke masyarakat, tapi yang memutuskannya Kepala Daerah dan Wakil. Bisa dibayangkan, marwah kepala daerah di mana? Ke lapangan tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Misalnya pak gubernur dan wakil ke lapangan, di sana ada rumah roboh, kan harus diberi santunan kan tidak mungkin di-Musrenbangkan dulu," kata Herman dilansir dari Antara.
Dengan kata lain, dana operasional ini diklaim sebagai alat untuk menjaga kehormatan dan wibawa gubernur agar bisa langsung bertindak di hadapan rakyat.
Lantas, dari mana angka fantastis itu berasal? Herman menjelaskan bahwa besaran dana operasional tersebut dipengaruhi oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jawa Barat yang sangat besar, mencapai Rp19 triliun.
Angka Rp28 miliar itu merupakan hasil perhitungan 0,15 persen dari total PAD tersebut, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga: Jasadnya Ditemukan di Bekasi, 3 Fakta Paling Mengejutkan dari Kasus Pembunuhan Kacab Bank
"Perlu diketahui pula, kemandirian Jawa Barat, salah satu yang terbaik di Indonesia. Dari kapasitas fiskal kita, melalui APBD 2025 itu, Rp31 triliun lebih, dan di dalamnya Rp19 triliun adalah pendapatan asli daerah," ujarnya.
Lebih lanjut, Herman menyebut bahwa aturan mengenai tunjangan dan dana operasional ini bukanlah kebijakan baru, melainkan "warisan" dari era kepemimpinan sebelumnya.
"Jadi penetapannya itu berdasarkan Peraturan Gubernur Tahun 2021. Jadi kepemimpinan hari ini melanjutkan apa yang sudah ditetapkan sebelumnya," katanya, merujuk pada Pergub yang diteken di era Gubernur Ridwan Kamil.
Meskipun memberikan pembelaan, Herman menyatakan pihaknya terbuka untuk melakukan evaluasi atas sorotan tajam dari masyarakat.
Namun, keputusan akhir kini berada di tangan Gubernur Jabar saat ini, Dedi Mulyadi.
"Kami menunggu arahan dari Pak Gubernur. Tentu tugas kami adalah melakukan review, melakukan evaluasi dan dalam hal ini ini menjadi kewenangan Pak Gubernur," tuturnya.
Tag
Berita Terkait
-
Jasadnya Ditemukan di Bekasi, 3 Fakta Paling Mengejutkan dari Kasus Pembunuhan Kacab Bank
-
Borok Terbongkar: Oknum TNI Jadi Makelar Penculikan Kacab Bank, 15 Orang Diringkus
-
Skandal Korupsi Migas Jabar: Pemprov Jabar Diperiksa, Saksi Ungkap Fakta Mengejutkan?
-
5 Fakta Panas Perseteruan Lisa Mariana vs Ridwan Kamil: Dari Tes DNA Hingga Tuntutan Ulang
-
Hasil Tes DNA Ridwan Kamil 'Samar'? Lisa Mariana Gemparkan Publik dengan Permintaan Ini
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I
-
Lahan Belukar di Kabupaten Bandung Terbakar Berjam-jam
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026