- Perkembangan Kasus yang Berkelanjutan
- Modus Korupsi yang Terstruktur dan Sistematis
- Perluasan Lingkup Penyidikan KPK
SuaraJabar.id - Sebuah operasi senyap pada April 2023 kini telah bermutasi menjadi salah satu skandal korupsi paling bercabang di sektor infrastruktur Indonesia.
Kasus suap proyek di Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tak berhenti pada pejabat teknis; ia terus menjalar, menyeret korporasi, dan kini sinyalnya mengarah kuat ke lingkaran politik.
Bagaimana sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT) bisa berkembang menjadi bola salju raksasa yang mengungkap jejaring korupsi sistematis? Mari kita urai benang kusutnya.
Semua bermula pada 11 April 2023. Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bergerak cepat melakukan OTT terhadap para pejabat di Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, yang sekarang dikenal sebagai BTP Kelas I Semarang.
Saat itu, publik mungkin mengira ini hanyalah kasus suap biasa di tingkat pelaksana proyek. Namun, OTT tersebut ternyata hanyalah puncak dari gunung es.
KPK langsung menetapkan 10 orang sebagai tersangka, sebuah langkah awal yang membuka kotak pandora korupsi megaproyek perkeretaapian nasional.
Penetapan 10 tersangka awal ternyata bukan akhir, melainkan awal dari pengembangan kasus yang masif. Para penyidik KPK terus menelusuri aliran dana dan bukti-bukti baru, membuat daftar tersangka semakin panjang.
November 2024 Jumlah tersangka membengkak menjadi 14 orang. Tak hanya individu, KPK juga menjerat dua korporasi sebagai tersangka, menandakan bahwa korupsi ini dilakukan secara terorganisir oleh perusahaan.
Agustus 2025 KPK kembali menetapkan tersangka ke-15, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kemenhub bernama Risna Sutriyanto (RS).
Baca Juga: Babak Baru Korupsi Rel Kereta Api: KPK Bidik Lingkaran Politik, Wasekjen PDIP Dipanggil Jadi Saksi
Penambahan tersangka secara berkala ini menunjukkan betapa dalam dan luasnya praktik lancung yang terjadi. Kasus ini tidak lagi soal satu-dua orang oknum, tetapi sebuah sistem yang telah digerogoti korupsi.
Apa sebenarnya yang terjadi? Dari hasil penyidikan KPK, terungkap sebuah modus operandi yang rapi pengaturan pemenang tender.
Pihak-pihak tertentu diduga telah mengunci proyek sejak proses administrasi awal hingga penentuan pemenang lelang.
Tujuannya jelas, memastikan perusahaan kroni mereka yang mendapatkan kontrak pekerjaan.
Praktik kotor ini terjadi di sejumlah proyek strategis yang tersebar di berbagai pulau, di antaranya:
- Proyek pembangunan jalur kereta api ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso.
- Proyek pembangunan jalur kereta api di Makassar, Sulawesi Selatan.
- Empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Lampegan, Cianjur, Jawa Barat.
- Proyek perbaikan perlintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.
Proyek-proyek yang seharusnya memperlancar konektivitas dan mendorong ekonomi daerah, justru menjadi ladang bancakan para koruptor.
Berita Terkait
-
Babak Baru Korupsi Rel Kereta Api: KPK Bidik Lingkaran Politik, Wasekjen PDIP Dipanggil Jadi Saksi
-
Merasa Pemerintah 'Digoyang', Relawan Prabowo Beri Sinyal Keras untuk Lawan Politik
-
Tegas! Ini 4 Pesan Politik Keras untuk Prabowo di Apel Kebangsaan 20 September
-
Kursi Tribrata 1 Digoyang, Isu Pergantian Kapolri Jadi Sinyal Kuat Tekanan Politik untuk Listyo
-
4 Fakta Miris di Balik Korupsi Berjamaah Dana Desa Rp2,6 Miliar di Bekasi
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Modus Licin Pengedar Cimahi, Sembunyikan Sabu di Tumpukan Beras Hingga Transaksi di Pos Satpam
-
Resmi Tersangka! Polri Cek Status WNI Naturalisasi Syekh Ahmad Al Misry ke Otoritas Mesir
-
Jalur Sukabumi Utara Padat Sabtu Siang: Imbas Akhir Pekan dan Bubaran Pabrik
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol