-
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi umumkan kebijakan baru. Ia akan publikasikan nama ASN termalas di media sosial tiap bulan.
-
Tujuan utama publikasi ialah dorong disiplin dan tingkatkan kinerja ASN. Produktivitas adalah kunci akuntabilitas.
-
Akan ada evaluasi ketat, sistem reward and punishment tegas, termasuk restrukturisasi dan pemberhentian pegawai.
SuaraJabar.id - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat gebrakan baru dalam upaya peningkatan disiplin dan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.
Ia mengumumkan rencana untuk mempublikasikan daftar pegawai termalas, baik dari segi absensi maupun kinerja, melalui media sosial setiap bulannya. Kebijakan kontroversial ini akan mulai berlaku pada 1 November 2025.
"Setiap bulan nanti bisa lihat. Pegawai dengan tingkat kehadiran rendah dan kinerjanya buruk akan diumumkan di media sosial," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari Antara.
Gubernur Dedi Mulyadi menekankan filosofi di balik kebijakan ini.
"Ya orang digaji kan harus ada produk. Kalau digaji enggak ada produk, ngapain?," tegasnya, menyoroti pentingnya akuntabilitas dan hasil kerja dari setiap ASN yang menerima gaji dari negara.
Menurutnya, publikasi di media sosial akan menjadi bentuk transparansi dan dorongan moral bagi para pegawai untuk meningkatkan etos kerja.
Dedi juga menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pegawai yang dianggap tidak produktif.
Bahkan, akan ada langkah pengurangan dan penempatan kembali pegawai tersebut ke bidang lain yang lebih sesuai atau membutuhkan.
"Makanya nanti akan pegawai-pegawai yang. Kan tidak semua orang dibutuhkan dalam sebuah ruang kerja kantor. Nanti sebagian akan ditugaskan di sekolah-sekolah menjadi tenaga administrasi," ujarnya.
Baca Juga: Ancaman Nyata dari Utara ke Selatan: Tanda Alam Muncul, Warga Cianjur Diminta Segera Lakukan Ini
Untuk memastikan objektivitas, Dedi memastikan bahwa indikator penilaian akan jelas dan terukur, berangkat dari standardisasi capaian kinerja setiap unit kerja.
"Kan standardisasi kinerjanya ada," ucapnya, menjamin bahwa evaluasi tidak akan bersifat subjektif.
Selain itu, Gubernur Dedi Mulyadi juga akan memberlakukan sistem reward and punishment yang lebih tegas di masa mendatang, bahkan hingga tahap pemberhentian pegawai.
"Diberhentikan. Hari ini bisa ditanya, udah lebih dari 20 orang diberhentikan, cuman kita tidak umumkan," tuturnya.
Berita Terkait
-
Ancaman Nyata dari Utara ke Selatan: Tanda Alam Muncul, Warga Cianjur Diminta Segera Lakukan Ini
-
Sensasi Eropa di Lembang hingga Surga Prasmanan Sunda! Ini 4 Magnet Baru Bandung yang Wajib Dicoba
-
Kisah Korban Truk Tambang yang Terikat Kursi Roda, Tangisnya Pecah di Hadapan Dedi Mulyadi
-
Bawa Kopi Lokal Berkualitas ke Dunia Digital, Nyawang Langit Raih Omset Puluhan Juta
-
Mau Lihat Pegawai Termalas Pemprov Jabar? Di Sini Kata Dedi Mulyadi
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Infrastruktur Lumpuh Total, Anggaran Fisik Sejumlah Desa di Sukabumi ZONK Tergerus KDKMP
-
Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Jalur Pantura Lohbener, 3 Nyawa Melayang
-
Rekening Tetap Aktif, BRI Tingkatkan Perlindungan Nasabah dan Cegah Penyalahgunaan Rekening
-
Tumbang di Balai Kota Saat Bertugas, Wali Kota Bandung Masih Dipantau Ketat Tim Dokter