-
Ekonomi Indonesia triwulan III 2025 tumbuh 5,04% yoy, ditandai pergeseran fokus investasi ke luar Jawa, khususnya Sulawesi.
-
Sulawesi mencatat pertumbuhan tertinggi (5,84% yoy), didorong industri pengolahan nikel, melampaui rata-rata nasional dan Pulau Jawa.
-
Pulau Jawa stabil 5,17% yoy dan kontribusi 56,68% PDB. Jawa Barat berperan sebagai mesin produksi dan basis manufaktur utama.
SuaraJabar.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data menggembirakan mengenai laju perekonomian nasional. Secara keseluruhan, Perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen year on year (yoy) pada Triwulan III 2025.
Namun, di balik angka nasional yang stabil ini, terdapat pergeseran menarik di peta kekuatan ekonomi regional yang patut dicermati, khususnya bagi investor dan pelaku usaha di Jawa Barat.
Data BPS mencatat bahwa Pulau Sulawesi berhasil mencuri panggung utama dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi secara tahunan, mencapai 5,84 persen yoy.
Angka ini jauh melampaui rata-rata nasional dan juga melebihi pertumbuhan Pulau Jawa. Pertanyaannya, bagaimana posisi provinsi industri seperti Jawa Barat di tengah dominasi Pulau Jawa yang stabil dan lonjakan pertumbuhan di luar Jawa?
Pulau Sulawesi kini menjadi simbol pemerataan pembangunan dengan mencatatkan pertumbuhan 5,84 persen, menjadikannya wilayah dengan pertumbuhan tertinggi. Angka ini melampaui pertumbuhan ekonomi nasional maupun Pulau Jawa. Sumber pertumbuhan utama Sulawesi didorong oleh Industri Pengolahan, Pertanian, dan Perdagangan.
Di dalam Sulawesi, Sulawesi Selatan menjadi kontributor utama dengan andil pertumbuhan sebesar 2,23 persen, diikuti Sulawesi Tengah (1,85 persen) yang didominasi oleh industri ekstraktif dan pengolahan nikel. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran fokus Investasi Indonesia ke luar Jawa, terutama di sektor hilirisasi.
Meskipun Sulawesi mencetak angka pertumbuhan tertinggi, Pulau Jawa tetap menjadi "raksasa" yang tak tergoyahkan. Wilayah ini memberikan kontribusi terbesar terhadap PDB Triwulan III 2025 secara nasional, yakni mencapai 56,68 persen.
Pertumbuhan ekonomi Pulau Jawa tercatat sebesar 5,17 persen yoy, yang juga di atas rata-rata pertumbuhan nasional.
Sumber pertumbuhan utama wilayah Jawa sama dengan Sulawesi, yaitu Industri Pengolahan, Perdagangan, dan juga Informasi dan Komunikasi.
Baca Juga: Bukan Cuma Puncak! Pamijahan Tawarkan Paket Komplet Adventure dan Instagenic di Bogor
Meskipun BPS secara spesifik menyebut DKI Jakarta sebagai penyumbang andil pertumbuhan tertinggi di Jawa (1,38 persen), peran Ekonomi Jawa Barat tak bisa dikesampingkan.
Jawa Barat adalah basis manufaktur dan industri pengolahan terbesar di Indonesia. Angka pertumbuhan 5,17 persen di Pulau Jawa adalah cerminan dari kuatnya kontribusi provinsi-provinsi industri seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang menjadi pilar di balik total kontribusi 56,68 persen PDB.
Jika Jakarta berperan sebagai pusat perdagangan, keuangan, dan komunikasi, maka Jawa Barat adalah mesin produksi yang menyokong sebagian besar aktivitas Industri Pengolahan Pulau Jawa.
Stabilitas 5,17 persen di Jawa menunjukkan bahwa meskipun ada fokus baru di Sulawesi, daya tarik dan volume pasar di Jawa tetap menjadi penentu utama pergerakan ekonomi makro.
Baik Sulawesi maupun Jawa, keduanya ditopang kuat oleh Industri Pengolahan. Ini adalah indikator positif bagi Anak Muda dan milenial yang mencari peluang kerja, terutama di sektor manufaktur dan digital. Namun, lonjakan pertumbuhan Sulawesi memberikan tantangan bagi Jawa, termasuk Jawa Barat, untuk terus berinovasi agar tetap kompetitif. [Antara].
Berita Terkait
-
Bukan Cuma Puncak! Pamijahan Tawarkan Paket Komplet Adventure dan Instagenic di Bogor
-
Drama Penyegelan Berakhir! KLH Cabut Sanksi, Eiger Adventure Land Puncak Hidup Lagi, Tapi Ada...
-
Bukan Hanya Banjir dan Longsor, Bogor Dihantam Bencana Ganda: Pipa PDAM Ikut Bocor, Air Meluap
-
5 Fakta Krusial Kasus Kades Cikuda Parung Panjang, Nasib Jabatan di Ujung Tanduk
-
Tak Hanya Olahraga, CFD Tegar Beriman Siap Jadi Pendorong Roda Ekonomi Baru Cibinong
Terpopuler
- Catat Tanggalnya! Ribuan Warga Badui Bakal Turun Gunung Temui Gubernur Banten Bulan April
- 5 Rekomendasi Smartwatch yang Bisa Balas WhatsApp, Mulai Rp400 Ribuan
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- Donald Trump: Pangeran MBS Kini Mencium Pantat Saya
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
Pilihan
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
-
Sesaat Lagi! Ini Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Bulgaria
-
Melihat 3 Pemain yang Bakal Jadi Senjata Utama Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria
-
Profil Sertu Farizal Rhomadhon, Prajurit TNI asal Kulon Progo yang Gugur di Lebanon
Terkini
-
Fitur Baru BRImo Dari BRI: Beli Obat Online Mudah via Apotek K-24
-
Desa BRILian dari BRI Berdayakan Masyarakat Desa Manemeng
-
Misteri Mr X di Sangrawayang Terpecahkan! Ternyata Wisatawan Depok yang Hanyut dari Banten
-
Mr X di Tengah Lautan: Nelayan Sangrawayang Temukan Jasad Mengapung 1 Mil dari Bibir Pantai
-
Mencekam! Travel Terjun ke Jurang 10 Meter di Sukabumi: Ibu dan Balita Menangis di Dasar Lembah