- PT Patra Jasa menyelenggarakan Pelatihan Keamanan Pangan BNSP bagi 50 UMKM Cirebon pada 9–11 November 2025 di Patra Cirebon Hotel & Convention.
- Pelatihan komprehensif mencakup sertifikasi BNSP, praktik dapur higienis, serta pembekalan pengembangan bisnis digital untuk meningkatkan daya saing produk.
- Kegiatan kolaboratif ini bertujuan meningkatkan kompetensi UMKM agar produk aman konsumsi, mendukung ketahanan pangan nasional, serta memperkuat ekonomi kerakyatan.
SuaraJabar.id - Puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Cirebon berupaya meningkatkan daya saing dengan mengikuti pelatihan Keamanan Pangan bersertifikat BNSP.
Agenda yang digelar untuk meningkatkan UMKM Cirebon itu digelar di Patra Cirebon Hotel & Convention. Acara tersebut merupakan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Patra Jasa selaku, anak perusahaan PT Pertamina.
Program bertajuk “Pelatihan dan Sertifikasi BNSP Keamanan Pangan Nasional” ini berlangsung pada 9–11 November 2025 kemarin itu diikuti oleh 50 pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha di wilayah Kabupaten Cirebon.
Diketahui, kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara PT Patra Jasa dan Business Development Service (BDS) Kabupaten Cirebon, dengan dukungan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BNSP, yang berfokus pada peningkatan kompetensi pelaku UMKM agar produk pangan yang dihasilkan memenuhi standar mutu, aman, dan layak konsumsi.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang dikemas secara komprehensif. Kegiatan dimulai dengan sesi daring yang membahas skema sertifikasi dan unit kompetensi, disertai simulasi dan studi kasus.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi tatap muka yang mencakup pengisian formulir portofolio, verifikasi dokumen pendukung, dan konsultasi bersama asesor.
Tahapan akhir ditutup dengan uji kompetensi BNSP yang meliputi observasi, wawancara, simulasi, serta verifikasi portofolio.
Sebagai bagian dari praktik langsung, peserta juga mengikuti pelatihan dapur (kitchen practice) bersama Chef Pardin dari Patra Cirebon Hotel & Convention, yang memberikan pembekalan mengenai pengolahan makanan higienis, teknik penyajian, dan penerapan prinsip dasar keamanan pangan di dapur produksi.
Peserta juga dibekali materi pengembangan bisnis digital, meliputi strategi pemasaran online, branding produk lokal, serta pemanfaatan media sosial untuk memperluas jangkauan pasar.
Baca Juga: Jalur Cianjur-Sukabumi Dibuka! Tapi Awas Bahaya Tersembunyi Ini...
General Manager Patra Cirebon Hotel & Convention I Gusti Made Juniarta mengungkapkan, melalui program ini diharapkan mampu memperkuat pemahaman peserta terhadap prinsip keamanan pangan, mendorong inovasi serta digitalisasi usaha agar UMKM semakin berdaya saing dan berkelanjutan.
I Gusti Made Juniarta juga menyampaikan kegiatan ini merupakan langkah nyata Patra Jasa dalam mendukung penguatan kapasitas pelaku UMKM di daerah.
Kata dia, upaya peningkatan kompetensi ini mendorong pelaku UMKM Cirebon memiliki sertifikasi profesi sesuai standar nasional, sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional.
"Kami berharap kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran pentingnya menjaga kebersihan, mutu, dan keberlanjutan dalam proses produksi. Ke depan, kami ingin semakin banyak pelaku UMKM tumbuh menjadi pengusaha sukses yang mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Cirebon Alex Suheriyawan menilai pelatihan dan sertifikasi BNSP ini sangat relevan dengan kebutuhan penguatan sektor UMKM di daerah.
"UMKM merupakan pilar utama ekonomi kerakyatan. Saat ini kami sedang menyusun Perda Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon untuk pertama kalinya, yang diharapkan dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan seluruh unsur pentahelix," ungkapnya.
Berita Terkait
-
Jalur Cianjur-Sukabumi Dibuka! Tapi Awas Bahaya Tersembunyi Ini...
-
Insiden Truk Tangki Terguling Picu Kebakaran Hebat di Cianjur, Ini Kata Pertamina
-
Truk Tangki BBM Terguling Hanguskan 6 Ruko dan 3 Rumah, Satu Korban Terbakar di Cianjur
-
4 Fakta Terbaru Ledakan Pertamina Subang: Ribuan Rumah Tanpa Gas Hingga Janji Ganti Rugi
-
Ledakan Pertamina di Subang Tak Hanya Melukai Pekerja, Dampaknya Meluas ke Lingkungan
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
Tega Lakukan Kekerasan Seksual, Anak Tiri di Cirebon Laporkan Ayah Sambung ke Polisi
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
Tanpa Bojan Hodak dan Dua Pilar Asing, Bos Umuh Tuntut Persib Tetap Bermental Juara
-
Terungkap! Pembunuhan Pelajar di Bantaran Citarum: Pisau Dapur Sudah Disiapkan Pelaku