-
Realisasi pendapatan Pemkab Karawang tahun 2025 mencapai Rp5,40 triliun atau 91,71 persen. Meski secara nominal besar, persentase ini menunjukkan penurunan sekitar empat persen jika dibandingkan dengan pencapaian gemilang pada tahun sebelumnya.
-
Kinerja belanja daerah tercatat sebesar Rp5,3 triliun atau 83,39 persen dari total alokasi anggaran. Angka serapan ini mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun lalu, sehingga memerlukan evaluasi mendalam bagi tim anggaran.
-
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana menjadi organisasi perangkat daerah dengan serapan anggaran tertinggi mencapai 94,74 persen. Hal ini menandakan efektivitas pelaksanaan program kerja dibandingkan dinas lainnya di lingkungan pemerintah.
SuaraJabar.id - Menutup buku tahun anggaran 2025, kinerja keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.
Bagi warga yang peduli dengan transparansi pengelolaan uang rakyat, laporan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah indikator penting untuk mengukur efektivitas pemerintah dalam melayani warganya.
Tahun ini, Pemkab Karawang mencatatkan angka realisasi pendapatan yang cukup besar secara nominal, namun secara persentase ternyata mengalami penurunan jika dibandingkan dengan performa tahun sebelumnya.
Berdasarkan data Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), realisasi pendapatan daerah tahun ini berada di angka 91,71 persen dari target.
Kepala BPKAD Karawang, Eka Sanatha, membeberkan data rinci terkait "cuan" daerah tersebut. Dari total target pendapatan yang dipatok sebesar Rp5,89 triliun, uang yang berhasil masuk ke kas daerah hingga akhir Desember tercatat sebesar Rp5,40 triliun.
"Hingga 28 Desember 2025 realisasi pendapatan daerah mencapai sebesar Rp5,40 triliun atau 91,71 persen dari target yang telah ditetapkan sebesar Rp5,89 triliun," ungkap Eka Sanatha di Karawang, Sabtu (3/1/2026).
Jika dibedah lebih dalam, komponen Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang angka yang cukup solid. PAD terealisasi sebesar Rp2,05 triliun atau 93,02 persen dari target Rp2,20 triliun.
Sementara itu, pendapatan transfer dari pusat terealisasi Rp3,28 triliun (90,90 persen), dan pendapatan lain-lain yang sah mencapai Rp73,79 miliar (92,32 persen).
Fakta yang menarik untuk dikritisi adalah adanya tren penurunan kinerja dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca Juga: Awas Horor Macet! Puncak Arus Balik Garut Diprediksi Sabtu-Minggu Ini
Pada periode yang sama di tahun 2024, Pemkab Karawang mampu mencatatkan realisasi pendapatan yang lebih impresif, yakni menyentuh angka 95,83 persen. Penurunan sekitar 4 persen ini tentu menjadi catatan evaluasi bagi tim anggaran pemerintah daerah.
Hingga akhir Desember 2025, realisasi belanja tercatat sebesar Rp5,3 triliun atau 83,39 persen dari total alokasi belanja Rp6,35 triliun.
“Realisasi belanja tahun ini sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 84,63 persen," jelas Eka.
Meski demikian, ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau dinas yang patut diacungi jempol karena serapan anggarannya tinggi, yang menandakan program-program mereka berjalan efektif.
Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) menjadi juara dengan capaian realisasi belanja tertinggi sebesar 94,74 persen. Disusul oleh BPKAD (89,99 persen), Kesbangpol (89,82 persen), Dinas Koperasi dan UKM (89,52 persen), serta Dinas Perhubungan (87,69 persen). [Antara].
Berita Terkait
-
Awas Horor Macet! Puncak Arus Balik Garut Diprediksi Sabtu-Minggu Ini
-
Longsor Proyek di Jatinangor: 3 Pekerja Tewas, 3 Lainnya Masih Tertimbun Material
-
Gubernur Dedi Mulyadi Larang Total Penanaman Sawit di Jawa Barat Mulai 2026
-
Gak Perlu Jauh-Jauh, 5 Spot Wisata Hits di Depok yang Cocok Buat Quality Time Bareng Keluarga
-
4 Surga Wisata Alam di Sukabumi untuk Liburan Keluarga Akhir Tahun yang Memukau
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Shin Tae-yong Kasih Kode Rotasi Skuad Persija, Shayne Pattynama Bisa Unjuk Gigi di League Cup
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan
-
Ancam Hukuman 15 Tahun Penjara, Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan Acak Suporter Persib di Bogor