- Gubernur Jabar Dedi Mulyadi berencana menjemput langsung 13 korban TPPO asal Jawa Barat di Kabupaten Sikka, NTT.
- Kasus ini terungkap setelah viral di media sosial; total 14 korban (13 Jabar, 1 Jakarta) diselamatkan dari bujuk rayu gaji besar.
- Pemprov Jabar telah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemulangan korban dan mendorong pengusutan tuntas jaringan pelaku.
SuaraJabar.id - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menunjukkan komitmen luar biasa dalam melindungi warganya dari tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, memberikan atensi penuh terhadap kasus TPPO di NTT. Bahkan, ia berencana menjemput langsung 13 warga Jabar yang menjadi korban perdagangan orang" di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
“Dedi Mulyadi akan jemput langsung ke NTT. Kami sudah berkoordinasi dengan lintas dinas dan teman-teman di Polda Jabar, Mabes Polri, Polda NTT hingga Polres Sikka,” ujar Ketua Tim Hukum Jawa Barat Istimewa, Jutek Bongso, dilansir dari JabarNews -jaringan Suara.com, Kamis (19/2/2026).
Jutek Bongso menyebut kasus TPPO ini terungkap setelah sempat viral di media sosial. Pihaknya menduga masih ada warga Jabar lainnya yang terjebak dalam sindikat perdagangan orang ini.
“Kami menduga ada warga Jabar lain dan berharap dalam waktu dekat para korban bisa segera dipulangkan,” tambahnya.
Kabar penjemputan korban TPPO ini juga diamini Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jabar, Siska Gerfianti.
Dedi Mulyadi sendiri memastikan telah menjalin komunikasi dengan Suster Ika, sosok yang membantu penyelamatan para korban di Sikka.
Total ada 14 orang yang diselamatkan, yakni 13 warga Jabar dan satu warga Jakarta.
“Mereka terjebak bujuk rayu pelaku yang menjanjikan pekerjaan dengan gaji besar. Saat ini kondisi mereka baik,” kata Dedi.
Baca Juga: Tegur Remaja Tawuran, Pria di Karawang Tewas Dibacok Celurit
KDM juga mendorong pengusutan tuntas kasus perdagangan orang Jabar tersebut.
Ini penting kata dia untuk membongkar jaringan pelaku dan memberikan efek jera agar kejahatan TPPO tidak terulang.
Berita Terkait
-
Tegur Remaja Tawuran, Pria di Karawang Tewas Dibacok Celurit
-
Anti Macet! Jalur Pantura dan Pansela Jawa Jadi Rekomendasi Alternatif Mudik Lebaran 2026
-
Truk Tangki Terbakar Hebat di KM 185 Arah Cirebon, Lalin Sempat Dialihkan
-
300 KK Terdampak Luapan Sungai Citalahab, Bupati Ciamis Desak Perbaikan DAS Cepat
-
Hilal Tidak Terlihat di Jawa Barat, Puasa 1 Ramadan 1447 H Hari Kamis?
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
Terkini
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bandung-Sukabumi Kamis 18 Februari 2026
-
Tarawih Perdana Masjid Nurul Wathon Pakansari, Jamaah Meluber Hingga Selasar
-
Tegur Remaja Tawuran, Pria di Karawang Tewas Dibacok Celurit
-
5 Rekomendasi Tempat Ngabuburit Asyik dan Spot Takjil Hits di Bandung, Wajib Kamu Jelajahi
-
Kabar Duka Ibunda Wali Kota Bandung Muhammad Farhan Tutup Usia