Andi Ahmad S
Sabtu, 03 Januari 2026 | 23:50 WIB
Ilustrasi gempa bumi di Jawa Barat (Tumisu/Pixabay)
Baca 10 detik
  • Aktivitas Seismik Tinggi Jawa Barat mengalami 1.242 gempa sepanjang 2025 akibat sesar lokal dan subduksi, dengan kekuatan terbesar 5,3 Magnitudo yang didominasi oleh gempa dangkal di bawah kedalaman 60 kilometer.

  • Dampak Kerusakan Nyata Sebanyak 117 gempa dirasakan masyarakat, termasuk gempa Bekasi yang merusak 70 bangunan. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas tektonik di wilayah Pasundan memiliki risiko dampak fisik yang serius.

  • Pentingnya Mitigasi Bencana BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan, ketenangan, dan pemahaman mitigasi bagi warga serta pemangku kepentingan untuk meminimalkan risiko dampak kerusakan maupun korban jiwa akibat gempa bumi di masa depan.

SuaraJabar.id - Provinsi Jawa Barat tidak hanya dikenal dengan destinasi wisatanya yang estetik dan kuliner yang menggoyang lidah, tetapi juga kondisi geologisnya yang sangat aktif.

Sepanjang tahun 2025, tanah Pasundan ternyata tidak pernah benar-benar "tidur". Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas 1 Bandung merilis data yang cukup mengejutkan mengenai aktivitas tektonik di wilayah ini.

BMKG mencatat telah terjadi ribuan aktivitas kegempaan yang mengguncang wilayah Jawa Barat dan sekitarnya dalam kurun waktu satu tahun terakhir.

Kepala Stasiun Geofisika BMKG Bandung, Teguh Rahayu, membeberkan rekapitulasi data kegempaan yang terjadi sejak Januari hingga Desember 2025. Angkanya menembus seribu kejadian, menandakan tingginya aktivitas sesar lokal maupun subduksi lempeng di wilayah ini.

"Dari 1.242 kali kejadian, guncangan gempa bumi terbesar yang tercatat adalah 5,3 magnitudo dan yang terkecil tercatat adalah 1,0 magnitudo,” kata Teguh Rahayu di Bandung, Jumat (2/1/2026).

Teguh menyampaikan berdasarkan kedalaman, pusat gempa bumi berkedalaman kurang dari 60 kilometer sebanyak 1.092 kejadian, dan antara 60-300 kilometer 149 kejadian.

Sedangkan gempa bumi berkedalaman lebih dari 300 kilometer terjadi sebanyak satu dengan rentang 2 hingga 349 kilometer.

“Sepanjang tahun 2025 terdapat 117 kali gempa bumi yang dirasakan,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menyebut salah satu gempa bumi yang dirasakan pada 2025 ini berkekuatan 4,7 magnitudo yang berpusat di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada 20 Agustus.

Baca Juga: Realisasi Pendapatan Karawang 2025 Cuma Tembus 91 Persen, Lebih Rendah dari Tahun Lalu

Gempa tersebut dirasakan Purwakarta, Cikarang, Depok, Bandung, DKI Jakarta, Tangerang Selatan, Bekasi Timur, Tangerang, Pandeglang, Cianjur, Lebak dan Pelabuhanratu.

“Dampak gempa bumi ini sedikitnya merusak 70 bangunan, dengan rincian 36 rumah rusak ringan, 29 rusak sedang, dan lima fasilitas umum terdampak

Selain itu, BMKG menekankan pentingnya peningkatan pemahaman kepada warga dan pemangku kepentingan mengenai upaya mitigasi untuk meminimalkan dampak gempa di wilayah tersebut.

“Kami mengimbau jika terjadi gempa bumi, masyarakat diminta untuk tenang, waspada, serta tidak terpancing isu yang tidak bertanggung jawab,” kata Teguh.

BMKG Bandung memberikan rekomendasi bagi masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak atau rusak yang diakibatkan oleh gempa.

Jika terjadi gempa bumi, masyarakat agar tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, serta informasi dari BMKG. [Antara].

Load More