- Tim DVI Polda Jabar telah berhasil mengidentifikasi 80 jenazah dari total 99 kantong korban tanah longsor Cisarua.
- Jenazah yang belum teridentifikasi ditempatkan di lemari pendingin RS Sartika Asih sambil menunggu kecocokan data DNA.
- Layanan identifikasi korban oleh tim DVI tetap dibuka meski operasi pencarian resmi telah berakhir.
SuaraJabar.id - Tragedi tanah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus menyisakan duka yang mendalam. Namun, di tengah kepedihan ini, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat" menunjukkan dedikasi luar biasa.
Mereka berhasil mengidentifikasi sebanyak 80 jenazah korban dari total 99 kantong jenazah yang telah diterima dari tim SAR gabungan.
Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jabar, Kombes Pol Iwansyah, menjelaskan bahwa seluruh jenazah yang belum teridentifikasi dibawa ke RS Sartika Asih dan ditempatkan di lemari pendingin berbentuk kontainer.
Proses identifikasi oleh tim DVI tidak dapat dipastikan selesai dalam waktu singkat karena sangat bergantung pada kecocokan data pembanding DNA dari pihak keluarga korban.
“Kalau dari laboratorium DNA Polri sudah ada pembandingnya, kita langsung bandingkan kecocokan antara pelapor dengan korban,” ujar Iwansyah, dilansir dari Antara, Rabu (11/2/2026).
Sejak awal, keluarga korban yang melapor telah diminta menyerahkan sampel DNA untuk mempercepat proses pencocokan. Setiap temuan baru dari lokasi bencana juga langsung diperiksa tanpa menunggu operasi pencarian selesai.
Namun, tim DVI menghadapi tantangan besar karena tidak semua kantong jenazah berisi tubuh korban secara utuh. Beberapa di antaranya hanya berupa potongan bagian tubuh.
“Dari 15 kantong jenazah yang masih diperiksa, ada dua yang berisi kulit kaki dan kulit tangan. Mudah-mudahan bisa teridentifikasi,” katanya.
Iwansyah memastikan bahwa meskipun operasi pencarian resmi telah berakhir, layanan identifikasi korban tetap dibuka hingga seluruh jenazah berhasil dikenali.
Baca Juga: Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Dicabut, Bandung Barat Masuki Tahap Transisi Pemulihan
“Secara formal operasi ditutup, tapi pelayanan masih kami buka sampai semua jenazah di RS Sartika Asih teridentifikasi,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Dicabut, Bandung Barat Masuki Tahap Transisi Pemulihan
-
Sentil Budaya Pencitraan, Bupati Rudy Susmanto: Menanam Pohon Itu di Tanah, Bukan di Baliho
-
Hari ke-11 Longsor Cisarua: 85 Jenazah Berhasil Dievakuasi, 68 Korban Teridentifikasi
-
Update Longsor Bandung Barat: 83 Kantong Jenazah Dievakuasi, 61 Korban Berhasil Diidentifikasi
-
Tim SAR Evakuasi 10 Jenazah Lagi di Longsor Bandung Barat, Total Korban Capai 70 Orang
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 7 Rekomendasi sesuai Review
- Air Mawar Viva Dipakai Kapan? Ini Urutan Pemakaian dan Review Pembeli
Pilihan
-
Polisi Bubarkan Massa Aliansi Pati yang Galang Donasi di Depan DPR
-
Kemenag Bantah Nasaruddin Umar Mundur dari Menag: Isu Bursa Caketum PBNU Itu Spekulasi Liar
-
Menag Nasaruddin Umar Bantah Mundur: Itu Ada Orang yang Panik
-
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
-
Dari Pengumpul Data Hingga Perantara, Bagaimana DSI Bekerja
Terkini
-
Peta Politik 2026 Bergejolak, Ini 6 Temuan Krusial Survei Tempo Data Science
-
Elektabilitas Dedi Mulyadi Salip Prabowo di Survei Terbaru
-
Survei Tempo: Politik Dinasti Keluarga Pejabat Hal yang Wajar
-
Frits Fanggidae Dorong Pemerintah dan Anak Muda Bersatu Pulihkan NTT Pascagempa
-
Dari Kandungan hingga Usia 2 Tahun, Pentingnya Perkuat Edukasi Pencegahan Stunting