- Remaja inisial NS usia 13 tahun meninggal di Jampangkulon, Sukabumi, dengan penyebab yang masih diselidiki polisi.
- Pada Minggu (22/2/2026), DP3A Kabupaten Sukabumi menyatakan dukungan penuh terhadap proses penyelidikan hukum dan medis forensik.
- DP3A mengimbau publik untuk tidak berspekulasi dan menyiapkan layanan konseling psikososial bagi keluarga korban terdampak.
SuaraJabar.id - Kasus meninggalnya seorang remaja laki-laki berinisial NS (13) di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, yang sempat viral di media sosial, kini mendapatkan atensi penuh dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Sukabumi.
Kepala DP3A Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, menyampaikan duka cita mendalam dan menegaskan pihaknya mengikuti secara seksama perkembangan kasus yang saat ini masih dalam penanganan aparat penegak hukum dan tim forensik.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya NS 13 tahun di wilayah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi. Kami mengikuti secara seksama perkembangan kasus yang kini sedang ditangani oleh aparat penegak hukum dan tim forensik,” ujar Agus Sanusi dilansir dari sukabumiupdate.com -jaringan Suara.com, Minggu (22/2/2026).
Ia menekankan bahwa informasi mengenai penyebab meninggalnya korban masih dalam tahap penelusuran.
Agus Sanusi menambahkan, DP3A menghormati serta mendukung penuh proses penyelidikan yang sedang berlangsung dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak berwenang untuk mengungkap fakta secara objektif dan transparan.
Dalam pernyataan resminya, DP3A Kabupaten Sukabumi menyampaikan lima sikap utama yang menjadi pedoman dalam menyikapi kasus kematian NS:
1. Dukungan Penuh Proses Penyelidikan
DP3A menghormati dan mendukung proses penyelidikan kepolisian, termasuk pemeriksaan medis dan uji laboratorium forensik, guna memastikan fakta secara objektif dan akurat sesuai kaidah hukum dan medis yang berlaku.
2. Koordinasi untuk Unsur Kekerasan Anak
Baca Juga: Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
DP3A akan berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta perangkat daerah terkait untuk memastikan apabila terdapat unsur kekerasan terhadap anak, maka penanganan dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
3. Imbauan Bijak Bermedia Sosial
DP3A menghimbau masyarakat agar tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait identitas korban dan dugaan penyebab kejadian.
Agus Sanusi menegaskan bahwa hal ini penting untuk menjaga kondusifitas, melindungi martabat keluarga korban, serta menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
4. Kesiapan Dukungan Psikososial
DP3A menyatakan kesiapan menyediakan dukungan layanan psikososial atau konseling bagi keluarga yang terdampak, bekerja sama dengan instansi teknis terkait apabila dibutuhkan.
Berita Terkait
-
Isak Tangis Ibu Kandung NS di Sukabumi: Minta Keadilan atas Kematian Tragis Anaknya
-
5 Poin Penting Ibu Tiri NS di Sukabumi Bantah Keras Tuduhan Kekerasan
-
Ibu Tiri di Sukabumi Bantah Tuduhan: NS Meninggal Karena Sakit, Bukan Kekerasan
-
Tangis Pilu Ayah NS di Sukabumi: Autopsi Jenazah Ungkap Luka Misterius
-
Jangan Sampai Terlewat! Ini Jadwal Imsakiyah & Buka Puasa Bandung-Sukabumi Hari Ini 20 Februari 2026
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Ramai Disorot, Proyek Gedung MUI Sukabumi Rp3 Miliar Disebut Lambat, Ini Penjelasan di Baliknya
-
Dibangunkan untuk Salat Subuh, Santri 15 Tahun Ditemukan Tewas Tergantung di Kamar Pondok
-
Saat Berbagi Jadi Gaya Hidup: Donasi Buku Jadi Tren Positif Warga Urban
-
BRI Apresiasi Kerja Sama Global Pegadaian-SMBC untuk Perluas Pembiayaan dan Pemberdayaan
-
Sentuh Hati Masyarakat, Lapas Cibinong Hadirkan Bantuan Sosial di Momen Hari Bakti Pemasyarakatan