Septiani Riski Eka Putri
Senin, 02 Maret 2026 | 14:25 WIB
Ilustrasi PTN di Sukabumi (freepik)
Baca 10 detik
  • Pendirian Perguruan Tinggi Negeri di Sukabumi dinilai krusial untuk pemerataan akses pendidikan tinggi.
  • Profesor Dede Rahmat Hidayat menyoroti tantangan geografis dan aksesibilitas pendidikan bagi warga Sukabumi.
  • Keberadaan PTN diharapkan meningkatkan SDM, menekan pengangguran, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Pendirian Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di wilayah Sukabumi dinilai sebagai kebutuhan krusial mendesak saat ini.

Tujuan utama pendirian institusi pendidikan tinggi negeri tersebut adalah untuk mendorong pemerataan akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.

Hal ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempercepat laju pertumbuhan ekonomi di daerah Sukabumi.

Pernyataan ini disampaikan oleh Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dede Rahmat Hidayat, M.Psi., Ph.D., dalam sebuah keterangan resminya.

Menurut Prof. Dede, luasnya wilayah Sukabumi yang mencakup lebih dari 4.100 kilometer persegi menjadi tantangan signifikan dalam hal aksesibilitas pendidikan tinggi.

Dengan populasi penduduk yang mencapai sekitar 3,2 juta jiwa, akses terhadap perguruan tinggi negeri masih tergolong terbatas.

Prof. Dede menjelaskan bahwa kondisi geografis memaksa banyak lulusan sekolah menengah atas di wilayah tengah dan selatan untuk bepergian jauh atau merantau.

Migrasi pendidikan ini terjadi setiap tahun, menyebabkan ribuan pelajar Sukabumi memilih melanjutkan studi di luar daerah seperti Bogor, Bandung, atau Jakarta.

Bagi keluarga dengan kondisi ekonomi yang kurang mampu, biaya hidup di kota-kota tujuan studi tersebut sering kali menimbulkan beban finansial yang substansial.

Kehadiran PTN di Sukabumi dapat membuat biaya pendidikan dan biaya hidup mahasiswa menjadi jauh lebih terjangkau secara signifikan.

Hal tersebut dinilai esensial guna memperluas kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Secara demografis, Prof. Dede mengamati bahwa Sukabumi sedang berada dalam momentum bonus demografi yang harus dimanfaatkan secara optimal.

Namun, tanpa daya tampung pendidikan tinggi yang memadai, potensi bonus demografi ini berisiko terlewatkan dan berkontribusi pada tingginya angka pengangguran.

Data terkini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran terbuka di Kabupaten Sukabumi masih berkisar pada angka tujuh persen dari total angkatan kerja.

Selain itu, persentase penduduk miskin di wilayah tersebut tercatat masih berada di atas enam persen dari keseluruhan populasi.

Load More