- Kabupaten Bekasi menghadapi darurat sampah di TPA Burangkeng, mendorong rencana proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL).
- Proyek PSEL Kabupaten Bekasi masih dalam tahap pengajuan lelang, berbeda dengan empat kota lain yang sudah siap *groundbreaking*.
- Pemkab Bekasi telah menyiapkan lahan lima hektare dan berharap proyek ini segera terealisasi mengatasi keterbatasan TPA.
SuaraJabar.id - Masalah pengelolaan sampah di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, yang terus menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Burangkeng, telah mendorong pemerintah daerah untuk mencari solusi inovatif.
Salah satunya adalah rencana pembangunan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) atau Waste to Energy. Namun, proyek PSEL Burangkeng ini masih dalam tahap pengajuan lelang.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi, Sukmawatty Karnahadijat, menyatakan bahwa informasi pelaksanaan peletakan batu pertama proyek PSEL pada bulan ini, seperti yang disampaikan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, bukan untuk Kabupaten Bekasi.
"Kita masih menunggu info dari Kementerian Lingkungan Hidup. Yang jelas secara kelengkapan Pemerintah Kabupaten Bekasi sudah mengajukan untuk ikut program PSEL," katanya, dilansir dari Antara.
Menteri Lingkungan Hidup saat aksi korve di Kabupaten Bekasi beberapa hari lalu menyampaikan rencana percepatan pembangunan fasilitas PSEL di wilayah Bekasi Raya sebagai solusi strategis penanganan sampah. Namun Pemkab Bekasi memastikan posisi Kabupaten Bekasi saat ini belum sampai tahap konstruksi.
Menurut dia, proyek PSEL yang segera akan melakukan peletakan batu pertama dalam waktu dekat berada pada empat wilayah kota yakni Denpasar, Bekasi, Bogor, dan Yogyakarta yang telah menyelesaikan proses lelang.
"Groundbreaking (Peletakan batu pertama) itu untuk yang sudah lelang, baru empat kota. Kabupaten Bekasi masih dalam tahap pengajuan untuk ikut dilelang. Bekasi yang dimaksud kemungkinan Kota Bekasi," ucapnya.
Pemerintah Kabupaten Bekasi telah menyiapkan lahan seluas lima hektare. Proses pemadatan maupun pematangan lahan akan dilakukan setelah pemenang lelang ditetapkan.
"Lahan sudah siap lima hektare. Tinggal pemadatan, nanti yang menjalankan dari pemenang lelang. Kita sebagai daerah akan mendapatkan manfaatnya," katanya.
Baca Juga: Menteri Tegaskan Bandung Harus Punya Pabrik Listrik dari Sampah
Ia juga menambahkan target pembangunan fisik memang diarahkan mulai Maret 2026 sebagaimana disampaikan Menteri Lingkungan Hidup namun itu semua bergantung pada tahapan proses lelang.
"Kalau untuk SDM nanti akan menyesuaikan dengan skema operasional dari pemenang lelang. Prinsipnya, daerah tentu akan dilibatkan dan mendapatkan manfaat, baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi," katanya.
PSEL digadang-gadang menjadi solusi jangka panjang persoalan sampah di kawasan industri terbesar Asia Tenggara tersebut. Dengan sistem waste to energy, sampah tidak hanya dikelola tetapi juga diubah menjadi energi listrik.
Sukmawatty berharap, proyek ini dapat segera terealisasi agar persoalan penumpukan sampah dan tempat pembuangan akhir (TPA) yang semakin terbatas dapat teratasi secara berkelanjutan.
Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bekasi Saeful Islam meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi lebih proaktif mengawal proses lelang di tingkat pusat agar proyek strategis tersebut tidak terus mengalami penundaan.
Menurut dia, persoalan sampah di Kabupaten Bekasi sudah berada pada tahap mengkhawatirkan sehingga kehadiran PSEL menjadi kebutuhan mendesak.
Berita Terkait
-
Menteri Tegaskan Bandung Harus Punya Pabrik Listrik dari Sampah
-
Skandal TPST Bantargebang Naik ke Penyidikan: KLH Serius Proses Hukum Pengelola Gunung Sampah
-
Kepungan Air di Awal Tahun: Jakarta, Bekasi dan Cirebon Lumpuh Diterjang Banjir
-
Simak Jadwal KRL Terakhir Malam Ini Rute Bogor, Bekasi, dan Parung Panjang
-
KPK Garap Anggota DPRD Bekasi Iin Farihin! Buntut Kasus Suap Kolaborasi Bupati dan Sang Ayah?
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu