- IPB University mulai mengembangkan budidaya tiga varietas anggur introduksi di kawasan Agribusiness and Technology Park (ATP).
- Rektor IPB, Alim Setiawan Slamet, memimpin panen perdana pada Jumat (6/3/2026) sebagai bagian riset nasional.
- Pengembangan anggur ini bertujuan mengurangi ketergantungan impor buah-buahan nasional melalui inovasi budidaya.
SuaraJabar.id - Sektor pertanian nasional terus berinovasi untuk mewujudkan kemandirian pangan. IPB University, sebagai salah satu institusi pendidikan pertanian terkemuka di Indonesia, kini mulai mengembangkan budidaya anggur (Vitis vinefera) di kawasan Agribusiness and Technology Park (ATP) mereka.
Langkah ini adalah strategi penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor dan menyediakan buah-buahan berkualitas bagi masyarakat.
Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, turut melakukan panen perdana tiga varietas anggur introduksi yang dibudidayakan di ladang greenhouse tersebut.
"Untuk panen anggur ini bagian dari riset yang dikembangkan di IPB, tentunya untuk mendukung program buah secara nasional." ujar Alim kepada wartawan, Jumat (6/3/2026).
Menurut Rektor IPB Alim Setiawan Slamet, pengembangan buah anggur ini di dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap produk yang selama ini didatangkan dari luar negeri.
"Yang biasanya kita impor, nanti bisa dikembangkan di negara kita sendiri, sehingga kita bisa mengurangi ketergantungan impor," imbuhnya.
Alim juga menekankan pentingnya strategi penguatan sektor pertanian nasional. Salah satu langkah yang perlu dilakukan adalah meningkatkan produktivitas berbagai komoditas, baik pangan maupun hortikultura.
"Tentunya kita harus mandiri ya, ini adalah salah satunya merupakan peningkatan produktivitas nasional untuk semua komoditas. Yang kedua kita dorong bagaimana mengoptimalkan budidaya" yang ada melalui berbagai inovasi, apakah dari sisi input untuk pupuk, SOP, irigasi, hingga penanganan hama penyakit," jelasnya.
Di greenhouse ATP IPB, terdapat tiga varietas anggur introduksi yang dibudidayakan, antara lain Gosv, Ilaria, dan Jupiter.
Baca Juga: Kota Bogor Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih 2026, DPRD Apresiasi Kolaborasi Pemerintah dan Warga
Berita Terkait
-
Kota Bogor Raih Sertifikat Menuju Kota Bersih 2026, DPRD Apresiasi Kolaborasi Pemerintah dan Warga
-
DPRD Kota Bogor Kunjungi Rusunawa Cibuluh, Godok Raperda untuk Perbaiki Fasilitas dan Aturan Sewa
-
Kebakaran Mencekam di Bogor: 3 Rumah Hangus, Satu Balita Dikabarkan Meninggal Dunia
-
Diringkus Setelah Penyelidikan Panjang, Pria di Citeureup Diduga Lecehkan Tetangga Disabilitas
-
5 Poin Penting Sindikat Scam Online Internasional di Sentul Bogor
Terpopuler
- Gelar Bukan Segalanya, Boni Hargens Sepakat dengan Prof Gayus Lumbuun Soal Aturan Sidang S3
- 7 Cara Menghilangkan Kerak Gosong di Bawah Setrika agar Tidak Lengket dan Mengkilap
- Wakapolri Minta Jajaran Siap Hadapi Isu Aksi 'Black September', Apa Itu?
- Anak Buah Prabowo Curigai Alat Antek Asing di Balik Erupsi 6 Gunung, Netizen: Alam Saja Kena Fitnah
- 5 Menit Kota Makassar Diguyur Hujan
Pilihan
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
-
Cari 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, 6 Kapal Sisir Laut hingga 271 Nautical Mile
-
Duh! 273 Siswa dan 43 Guru di Pati Diduga Keracunan MBG
Terkini
-
Ambil Wudhu Berujung Duka, Remaja 18 Tahun Tenggelam di Sungai Citarum
-
5 Fakta Wartawan Hilang Kontak Saat Liput Erupsi Gunung Anak Krakatau
-
Dukung Asta Cita Presiden Prabowo, BRI Kian Agresif Perluas Akses Keuangan Masyarakat
-
Titik Api TPA Galuga Padam, Petugas Fokus Urai Asap Tebal Pakai Alat Berat
-
Mengenal Keunggulan BRI Multiguna Pre-Approved Bagi Nasabah Terpilih