- Universitas Nusa Putra menolak revisi desain simpang sebidang Exit Tol Bocimi karena rencana pelebaran jalan berdampak pada kampus.
- Rektor Universitas Nusa Putra mendesak pengembalian desain tata ruang lama demi menjaga aktivitas akademik 10 ribu mahasiswa.
- Pejabat Tol menyatakan Universitas Nusa Putra dikeluarkan sementara dari usulan penetapan lokasi revisi desain tersebut.
Universitas Nusa Putra secara resmi menyatakan penolakan terhadap revisi desain simpang sebidang Exit Tol Bocimi yang berlokasi di Desa Cibolang Kaler, Kecamatan Cisaat.
Penolakan ini disampaikan langsung oleh Rektor Universitas Nusa Putra, Dr. Kurniawan, dalam sebuah pertemuan lintas sektor yang diselenggarakan pada Selasa (10/2/2026) di kampus tersebut.
Dasar keberatan utama dari pihak universitas adalah masuknya area Kampus Universitas Nusa Putra ke dalam rencana pelebaran badan jalan pada revisi desain simpang sebidang tersebut.
Akibat belum adanya persetujuan dari universitas, proses penetapan lokasi (penlok) untuk area terdampak pelebaran jalan tersebut hingga saat ini belum dapat dilaksanakan.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan penting dari berbagai instansi terkait.
Peserta rapat meliputi Wakil Bupati Sukabumi Andreas, Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Sukabumi Ferry Supriadi, serta perwakilan dari BPN dan PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol (PTJT) 1.9.
Kepala Dinas Tata Ruang Kabupaten Sukabumi, Kepala Desa Cibolang Kaler, dan Sekretaris Kecamatan Cisaat juga turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Rektor Universitas Nusa Putra mengemukakan bahwa pelebaran jalan berdasarkan desain baru berpotensi serius mengganggu kawasan pendidikan dan aktivitas akademik kampus.
Dr. Kurniawan menjelaskan bahwa halaman kampus Universitas Nusa Putra telah menyempit akibat pembebasan lahan sebelumnya untuk kebutuhan pembangunan tol.
Baca Juga: 8 Hal Penting yang Wajib Disiapkan Sebelum Mudik Lewat Tol Trans Jawa
Penambahan pelebaran jalan sesuai desain revisi dikhawatirkan akan semakin membatasi ruang gerak dan operasional kampus secara signifikan.
Mengingat jumlah mahasiswa yang mencapai sekitar 10 ribu, universitas memerlukan ruang terbuka dan akses keluar-masuk yang memadai untuk kelancaran akademik.
Rektor mendesak agar pihak TJT mempertimbangkan kembali dan kembali mengacu pada desain tata ruang yang lama karena dinilai lebih adil bagi institusi pendidikan.
Menanggapi keberatan tersebut, PPK PTJT 1.9 Yudhi Ardiansyah menyatakan penghormatan terhadap hak-hak pemilik lahan yang bersangkutan.
Yudhi Ardiansyah memastikan bahwa kawasan Universitas Nusa Putra akan dikeluarkan sementara dari daftar usulan penetapan lokasi penambahan ruas simpang sebidang Exit Tol Bocimi.
Ia menjelaskan bahwa apabila terdapat penolakan, usulan penlok memang dapat dilakukan perubahan atas bidang-bidang yang telah diajukan sebelumnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu