Septiani Riski Eka Putri
Minggu, 08 Maret 2026 | 10:18 WIB
Tol Bocimi (ANTARA/Erlangga BP)
Baca 10 detik
  • Universitas Nusa Putra menolak revisi desain simpang sebidang Exit Tol Bocimi karena rencana pelebaran jalan berdampak pada kampus.
  • Rektor Universitas Nusa Putra mendesak pengembalian desain tata ruang lama demi menjaga aktivitas akademik 10 ribu mahasiswa.
  • Pejabat Tol menyatakan Universitas Nusa Putra dikeluarkan sementara dari usulan penetapan lokasi revisi desain tersebut.

Pihak pelaksana jalan tol akan mencari desain alternatif terbaik sebagai langkah solusi, meskipun hasilnya mungkin tidak sepenuhnya ideal.

Menurut Yudhi, keputusan akhir tetap berada di tingkat pusat meskipun tim di daerah berfungsi sebagai tim pelaksana pembangunan infrastruktur strategis tersebut.

Pengajuan perubahan penlok ditargetkan akan segera dilakukan sebelum akhir bulan berjalan agar proses pembangunan dapat terus berjalan sesuai jadwal.

Setelah pengajuan perubahan penlok disetujui oleh Gubernur, proses penetapan lokasi baru dapat segera dilakukan oleh pihak terkait.

Meskipun demikian, Yudhi belum dapat memprediksi kapan desain simpang sebidang pasca-penlok dapat diselesaikan secara keseluruhan.

Kejelasan sikap yang disampaikan oleh Universitas Nusa Putra dinilai sangat membantu upaya percepatan proses penetapan lokasi secara keseluruhan.

Wakil Bupati Sukabumi, Andreas, menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan diri pada posisi netral dalam dinamika rencana pembangunan tol ini.

Pemerintah daerah wajib memfasilitasi pembangunan infrastruktur strategis nasional seraya mengakomodasi aspirasi dan hak-hak institusi pendidikan terdampak.

Andreas menekankan pentingnya menemukan titik temu melalui musyawarah antara kepentingan pembangunan tol dan kebutuhan Universitas Nusa Putra.

Baca Juga: 8 Hal Penting yang Wajib Disiapkan Sebelum Mudik Lewat Tol Trans Jawa

Target waktu penyelesaian proyek tol tidak boleh terganggu, tetapi permohonan serta keberatan dari pihak universitas wajib difasilitasi dan didengar secara serius.

Load More