- Lansia Jaenudin (65) tinggal di rumah nyaris roboh bersama putrinya Zahra (12) di Kampung Cigaru, Sukabumi.
- Rumah berusia sekitar 17 tahun tersebut rusak parah dan hanya menyisakan dapur untuk berteduh.
- Pengajuan bantuan perbaikan rumah Jaenudin terhambat karena kategorisasi desil kesejahteraannya tidak memenuhi syarat.
SuaraJabar.id - Di sebuah sudut Kampung Cigaru, Desa Pasirpanjang, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah rumah tua yang nyaris roboh dimakan usia.
Di dalamnya, seorang lansia bernama Jaenudin (65) menjalani hari-hari berat bersama putrinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar, Zahra (12).
Rumah itu bukan sekadar tempat tinggal. Bagi Jaenudin dan putrinya, bangunan rapuh itu menjadi satu-satunya tempat berteduh dari panas dan hujan, meski kondisinya sudah jauh dari kata layak huni.
Sejak sang istri meninggal dunia beberapa tahun lalu, Jaenudin harus menjalani hidup sebagai orang tua tunggal. Ia merawat dan membesarkan Zahra seorang diri di rumah peninggalan orang tuanya yang berukuran sekitar 9 x 6 meter.
Namun, rumah tersebut kini berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.
Bangunan yang diperkirakan telah berdiri sekitar 17 tahun itu nyaris tidak pernah tersentuh perbaikan. Atap rumah yang terbuat dari bambu dan kayu mulai patah dan rapuh akibat dimakan usia.
Sebagian bagian rumah bahkan harus ditopang dengan bambu dari bawah agar tidak ambruk.
Kerusakan yang terus memburuk membuat beberapa ruangan sudah tidak bisa lagi ditempati. Kamar tidur dan ruang tengah runtuh setelah bagian atapnya roboh.
Kini, Jaenudin dan Zahra hanya bisa berteduh di bagian dapur yang masih tersisa.
Baca Juga: Pria Viral Ngamuk Bawa Kampak di Cicurug Ditangkap, Polisi Akan Periksa Kondisi Kejiwaannya
Di tengah kondisi tersebut, Jaenudin tetap berjuang mencari nafkah. Ia bekerja sebagai kuli serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama putrinya.
Dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas, memperbaiki rumah yang rusak parah menjadi hal yang belum mampu ia lakukan.
“Belum pernah menerima bansos. Dulu hanya pernah kebagian bantuan beras dari desa,” ujar Jaenudin, Kamis (12/3/2026).
Sementara itu, Kepala Desa Pasirpanjang, Mamat Slamet, mengatakan bahwa kondisi rumah Jaenudin sebenarnya telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan perbaikan sejak tahun 2025.
Menurutnya, pihak desa bahkan telah melaporkan kondisi tersebut kepada Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) serta pemerintah kecamatan.
“Rumah itu sejak tahun 2025 sudah kami ajukan, bahkan sudah dilaporkan juga kepada TKSK dan pihak kecamatan,” kata Mamat.
Berita Terkait
-
Pria Viral Ngamuk Bawa Kampak di Cicurug Ditangkap, Polisi Akan Periksa Kondisi Kejiwaannya
-
341 Masjid di Jabar Jadi Tempat Singgah Pemudik, Bisa Istirahat hingga Isi Daya HP
-
Viral Ngamuk Bawa Kapak di Cicurug, Pria Diduga Peleceh Penumpang Angkot Dibekuk Polisi
-
Ngamuk Bawa Kampak Usai Diduga Lecehkan Penumpang Angkot, Pria Misterius Gegerkan Warga Cicurug
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I