- Polres Ciamis kerahkan 338 personel Operasi Ketupat Lodaya 2026 mulai 13 hingga 25 Maret untuk antisipasi Lebaran.
- Polisi petakan titik rawan bencana seperti longsor di jalur Ciamis–Cirebon dan titik macet di Cikoneng.
- Personel Polres Ciamis ditempatkan di sembilan pos guna menangani kemacetan, kecelakaan, dan potensi bencana alam.
SuaraJabar.id - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, aparat kepolisian di Kabupaten Ciamis mulai memetakan sejumlah titik rawan bencana, kemacetan, hingga kecelakaan lalu lintas yang berpotensi terjadi selama masa libur Idulfitri.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan tersebut, Polres Ciamis Polda Jawa Barat mengerahkan 338 personel dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang akan berlangsung mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah mengatakan ratusan personel tersebut akan disebar di sembilan pos pengamanan yang terdiri dari Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu.
Pos-pos tersebut didirikan di sejumlah titik strategis yang diperkirakan akan menjadi pusat pergerakan kendaraan selama arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Titik spot di pos-pos yang nantinya ditempati personel itu untuk mengantisipasi terjadinya kerawanan kemacetan pada saat arus mudik maupun arus balik Lebaran,” ujar Hidayatullah usai apel gelar pasukan di halaman Mapolres Ciamis, Kamis (12/3/2026).
Selain kemacetan, kepolisian juga menyoroti sejumlah jalur rawan bencana alam yang perlu diwaspadai para pemudik.
Salah satu titik yang masuk kategori rawan berada di jalur Ciamis–Cirebon, tepatnya di wilayah Panawangan. Selain itu, jalur Banjarsari–Pamarican juga termasuk kawasan yang berpotensi mengalami tanah longsor maupun banjir.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Polres Ciamis telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Forkopimda Ciamis. Personel serta sarana dan prasarana sudah disiapkan agar jika terjadi sesuatu dapat segera ditangani,” jelasnya.
Baca Juga: Mudik Lebaran ke Pangandaran? Pemkab Siagakan Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Jalur Wisata
Selain jalur rawan bencana, polisi juga memetakan titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas, salah satunya di wilayah Cikoneng dan Cihaurbeuti.
Kedua kawasan tersebut kerap menjadi titik kepadatan kendaraan saat musim mudik maupun libur panjang.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di wilayah tersebut, Polres Ciamis bahkan menambah satu pos pelayanan khusus di Cikoneng yang dilengkapi tim pengurai kemacetan.
“Kami sudah mendirikan Pos Pelayanan di daerah Cikoneng karena kami anggap itu merupakan salah satu titik kemacetan,” terang Hidayatullah.
Selain itu, kepolisian juga telah menyiapkan tim yang akan bekerja sama dengan BPBD serta Satgas Tanggap Bencana Kabupaten Ciamis untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam selama periode mudik.
Meski berbagai skenario penanganan telah disiapkan, Kapolres berharap kondisi cuaca tetap bersahabat sehingga arus mudik dapat berlangsung aman dan lancar.
Berita Terkait
-
Mudik Lebaran ke Pangandaran? Pemkab Siagakan Puskesmas dan Ambulans 24 Jam di Jalur Wisata
-
Curi 420 Ayam Petelur Senilai Rp147 Juta, Tiga Pelaku di Ciamis Dibekuk Polisi
-
Oknum ASN Disnaker Banjar Diduga Gelapkan Santunan Kematian Pekerja, Terancam Dipecat
-
Warga Ciamis Digegerkan Penemuan Mayat di Sungai Citanduy, Ternyata Sopir yang Hilang Sejak Minggu
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
Terkini
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI
-
Jaga Kondusivitas Laga Persib-Persija, Kapolda Jabar Perintahkan Siaga Satu