- Badan Gizi Nasional menghentikan operasional 179 dapur umum MBG di Jawa Barat karena tidak memenuhi standar ketat infrastruktur pendukung.
- Dua dapur di Kota Banjar dihentikan sementara karena tidak memiliki IPAL dan mess pegawai, meskipun sudah punya izin kebersihan.
- Pemkot Banjar segera mengoordinasikan evaluasi dan berencana membuat sistem tingkatan kelayakan sesuai arahan ketat BGN pusat.
SuaraJabar.id - Ambisi besar untuk mencetak generasi cerdas melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya harus melewati jalan terjal di tingkat lapangan.
Bayangkan, kompor di 179 dapur umum se-Jawa Barat yang seharusnya mengepulkan asap untuk memberi makan anak-anak, mendadak harus dimatikan sementara.
Badan Gizi Nasional (BGN) resmi menjatuhkan "kartu kuning". Ratusan unit pengelola atau yang secara birokrasi disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu diberhentikan operasionalnya. Dari ratusan titik yang disemprit pusat tersebut, dua di antaranya berada di Kota Banjar.
Fakta ini terkuak dari selembar surat resmi bernomor 867/D.TWS/03/2026 yang diterbitkan pada 11 Maret 2026.
Direktorat Pemantauan dan Pengawasan BGN Wilayah II Jawa Barat menemukan kenyataan bahwa menyajikan makanan gratis berskala masif tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Ada standar ketat yang tak bisa ditawar.
Di Kota Banjar, dua dapur yang terkena imbas penertiban ini adalah SPPG Banjar 3 dan SPPG Pataruman Hegarsari 3. Kesalahan mereka bukanlah pada kualitas rasa makanan, melainkan pada kesiapan infrastruktur penunjang.
Berdasarkan surat BGN, SPPG Banjar 3 rupanya belum memiliki mess (asrama) bagi para pegawainya, meskipun mereka sudah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Nasib yang lebih pelik dialami SPPG Pataruman Hegarsari 3. Dapur ini dinilai belum layak operasi karena tak memiliki IPAL sekaligus asrama pegawai, meski izin kebersihannya sudah ada.
Pusat seolah ingin menegaskan satu hal bahwa urusan gizi tak hanya soal bahan makanan, tapi juga kesejahteraan pekerja dapur dan limbah yang tak boleh mencemari lingkungan.
Baca Juga: Berpacu dengan Waktu: 80 Warga Jabar Terjebak di Zona Perang Timur Tengah Menanti Dievakuasi
Menariknya, dinamika birokrasi terjadi di lapangan. Kabar penghentian dari pusat ini rupanya melaju lebih cepat daripada fisik suratnya.
Ketua Satgas MBG sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjar, Soni Harison, mengaku baru mendengar desas-desus penutupan tersebut dari informasi yang berseliweran.
Surat resmi dari BGN belum mendarat di mejanya. Namun, ia tak menampik bahwa fasilitas di dua dapur tersebut memang masih dalam tahap penyempurnaan.
“Semuanya masih on process. Belum fix seratus persen. Nanti tentu akan kami koordinasikan lebih lanjut dengan Koordinator Wilayah MBG,” ungkap Soni, meredam spekulasi.
Soni juga meluruskan persepsi publik terkait wewenang pemerintah daerah. Pemkot Banjar, melalui Satgas MBG, sejatinya tak memiliki palu godam untuk menutup atau membuka operasional SPPG. Kapasitas mereka adalah mendampingi.
Dinas Kesehatan diturunkan untuk memastikan standar higienitas terjaga, sementara Dinas Lingkungan Hidup dilibatkan agar air buangan sisa cucian dapur tak merusak ekosistem warga sekitar.
Berita Terkait
-
Berpacu dengan Waktu: 80 Warga Jabar Terjebak di Zona Perang Timur Tengah Menanti Dievakuasi
-
Kado Manis Lebaran: Saat Ribuan Sopir Angkot dan Andong Jabar Dibayar untuk "Rebahan" di Rumah
-
Awas Cuaca Ekstrem Intai Pemudik di Jabar! BPBD Turunkan Pasukan Penuh di Jalur Maut Rawan Longsor
-
Tolak Fasilitas Mewah, Dedi Mulyadi Rombak Mercy Dinas Jadi Ruang Bersalin Darurat di Tol Cipali
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
Hina Suku Sunda, YouTuber Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara di PN Bandung
-
Fakta-fakta Mengejutkan Kecelakaan Kereta Bekasi Timur dan Potensi Masalah Taksi 'Green SM'
-
KRL BekasiCikarang Kembali Normal, Stasiun Bekasi Timur Resmi Dibuka
-
Polisi Bidik Tersangka! Masinis - Sopir Taksi Online Akan Diperiksa Terkait Tabrakan Maut Bekasi
-
Susi Pudjiastuti Masuk BJB, Dedi Mulyadi: Ratu Laut Kidul Kini 'Takluk' oleh Prabu Siliwangi