Andi Ahmad S
Rabu, 29 April 2026 | 15:05 WIB
Susi Pujiastuti. (Suara.com/Dinda Rachmawati)
Baca 10 detik
  • RUPST Bank BJB di Gedung Pakuan Bandung pada 29 April 2026 resmi menunjuk Susi Pudjiastuti sebagai Komisaris Utama Independen.
  • Pemegang saham mengangkat Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB untuk menjamin keberlanjutan operasional serta meningkatkan tata kelola perusahaan.
  • Perombakan struktur kepemimpinan dilakukan guna memperkuat integritas dan kredibilitas Bank BJB di tingkat nasional melalui figur profesional berpengalaman.

SuaraJabar.id - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB) pada Selasa (29/4/26) menghadirkan sebuah kejutan besar sekaligus langkah strategis dalam jajaran kepemimpinannya.

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang dikenal tegas, Susi Pudjiastuti, resmi ditunjuk sebagai Komisaris Utama (Komut) Independen yang baru, sementara kursi direktur utama akan diisi oleh Ayi Subarna.

Keputusan ini diharapkan membawa angin segar dan memperkuat integritas Bank BJB di kancah perbankan nasional.

Penunjukan Susi Pudjiastuti sebagai Komut Independen adalah langkah yang sangat menarik dan menunjukkan komitmen pemegang saham untuk menghadirkan figur dengan rekam jejak integritas yang kuat. Keputusannya diambil dalam rapat yang digelar di Gedung Pakuan Bandung.

Kehadiran Susi, dengan karakternya yang vokal dan tanpa kompromi, diharapkan mampu menjalankan fungsi pengawasan dengan efektif dan memastikan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Selain Susi Pudjiastuti, Bank BJB juga menunjuk Kepala BPK Jawa Barat, Eydu Oktain Panjaitan, sebagai Komisaris Independen, semakin memperkuat jajaran dewan komisaris dengan figur-figur kredibel dari berbagai latar belakang.

Pada kursi pimpinan eksekutif, pemegang saham sepakat mengangkat Ayi Subarna sebagai Direktur Utama Bank BJB.

Ayi Subarna bukanlah wajah baru di Bank BJB. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur Operasional dan Teknologi Informasi. Pengangkatan ini mengisi posisi yang ditinggalkan mendiang Yusuf Saadudin yang wafat pada November 2025 lalu.

Pengalaman Ayi Subarna di internal bank diharapkan dapat menjamin keberlanjutan operasional dan inovasi, sekaligus membawa visi baru untuk kemajuan Bank BJB di masa depan.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Minta Alih Fungsi Sawah di Bandung Dihentikan Total

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang merupakan pemegang mandat atas saham terbesar Bank BJB, mengungkapkan alasan di balik postur struktur pimpinan yang baru ini. Ia ingin agar sektor keuangan, khususnya Bank BJB, dikelola oleh figur-figur yang memiliki integritas tinggi.

"Integritas bagi pengelola keuangan. Saya sangat percaya Bu Susi memiliki integritas sebagai komisaris utama. Semoga dengan postur yang baru ini nanti kita akan melahirkan postur bank yang kredibel bukan hanya eksis sebagai bank pemerintah daerah, tetapi digemari di luar kepentingan pemerintah daerah di seluruh wilayah Indonesia," kata Dedi Mulyadi, dilansir dari Antara.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung. (ANTARA/Ricky Prayoga)

Dedi mengungkapkan Susi yang disebutnya merupakan Ratu Laut Kidul, asalnya menolak untuk bergabung ke BJB namun dirinya berhasil meyakinkan pengusaha itu untuk terlibat di BJB.

"Ya walaupun memang Ratu Laut Kidul itu ganas tapi kan ganasnya di laut tapi kalau di hutan kan takluk sama Prabu Siliwangi," ujar dia.

Sementara itu, terkait Eydu Oktain Panjaitan, menurut dia, ke depan sesuai peraturan dan prosedur akan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala BPK Jabar.

Selain jajaran komisaris dan Dirut, Dedi mengatakan jajaran direksi baru juga ditetapkan dari kalangan internal berdasarkan jenjang karir di BJB. Ia mengungkapkan ada alasan untuk pemilihan direksi dari internal.

Load More