- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menetapkan larangan alih fungsi lahan sawah menjadi permukiman guna mengatasi banjir di Kabupaten Bandung.
- Strategi penanganan banjir mencakup normalisasi sungai, rehabilitasi hulu menjadi lahan hijau, serta penataan ulang tata ruang wilayah secara tegas.
- Pemerintah mewajibkan relokasi permukiman di bantaran sungai sebagai syarat mutlak untuk menyelesaikan masalah banjir di Bandung secara permanen.
SuaraJabar.id - Banjir tahunan yang merendam kawasan Kabupaten Bandung seolah menjadi 'musibah rutin' yang tak berkesudahan. Namun, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kini datang dengan solusi tegas, yakni penghentian total alih fungsi lahan sawah menjadi kawasan permukiman di wilayah tersebut.
Dedi Mulyadi menilai langkah ini harus segera dilakukan guna memutus siklus banjir yang terus-menerus terjadi, menyoroti akar permasalahan yang selama ini mungkin luput dari perhatian.
Dia menegaskan bahwa banjir yang kerap terjadi di Kabupaten Bandung merupakan dampak langsung dari perubahan tata ruang yang tidak terkendali dan hilangnya daerah resapan air di wilayah sekitarnya.
"Satu, tata ruang Kabupaten Bandung diubah. Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi. Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau," ujarnya, dilansir dari Antara, Minggu (19/4/2026).
Menurut Dedi, penanganan banjir saat ini tidak boleh lagi bersifat sementara atau sekadar memompa air kembali ke sungai.
Ia menyoroti masifnya pembangunan bangunan komersial dan perumahan di lahan produktif yang menjadi "biang kerok" terganggunya sistem ekologi.
"Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam," katanya menegaskan.
Selain menyoroti alih fungsi lahan di hulu, Dedi juga menyinggung keberadaan hunian di area risiko tinggi.
Ia menyatakan bahwa pemindahan permukiman di sepanjang bantaran sungai menjadi syarat mutlak jika Bandung dan umumnya Jawa Barat ingin menyelesaikan persoalan banjir secara permanen.
Baca Juga: Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
"Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan," ucap Dedi.
Ia juga mengingatkan jika langkah radikal terhadap tata ruang ini tidak segera diambil, maka risiko banjir di wilayah Bandung Raya akan terus menghantui setiap musim penghujan.
Namun demikian, dia tidak menyinggung soal keberlanjutan kebijakan moratorium izin perumahan di Jawa Barat khususnya Bandung Raya yang pernah dikeluarkannya dengan salah satu tujuannya memutus rangkaian bencana alam termasuk banjir.
Berita Terkait
-
Warga Karawang dan Bandung Dominasi Pelamar di Nyari Gawe, Ini Sebarannya!
-
Penyisiran 3 Kilometer Hingga Jembatan Rancamulya, Tim SAR Temukan Korban Terakhir Ciherang
-
Sebut Uang yang Disita Tabungan Arisan Istri, Ono Surono Buka Suara Soal Kasus Suap Bekasi
-
Siap-siap! Mei 2026 Jadi Awal Kemarau Panjang di Sebagian Besar Jawa Barat
-
Siswa SMP yang Dibawa Lari Agya Ditemukan, Polisi Ungkap Peran Driver Ojol dalam Rekaman CCTV
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain
-
Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman
-
Antisipasi Politik Uang dan Konflik, 600 Polisi Disiagakan Amankan Pilkades Serentak di Cianjur
-
Tak Lagi Bergantung pada DNA Salmon, PDRN Nabati Jadi Inovasi Baru Industri Skincare
-
Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat