Wakos Reza Gautama
Kamis, 19 Maret 2026 | 11:33 WIB
Jembatan Merah Putih yang menghubungkan Banjar-Cilacap. [harapanrakyat.com/ist]
Baca 10 detik
  • Jembatan Gantung Merah Putih menghubungkan Desa Waringinsari (Banjar, Jabar) dan Dusun Bakung (Cilacap, Jateng) telah diperbaiki total.
  • Perbaikan kilat yang dikerjakan Polres Banjar dan PUTR rampung dalam 10 hari, menjamin keamanan warga serta estetika baru.
  • Peresmian jembatan pada Rabu (17/3/2026) diharapkan meningkatkan konektivitas dan menunjang perputaran ekonomi masyarakat.

SuaraJabar.id - Senyum semringah akhirnya kembali menghiasi wajah warga di tapal batas Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sebuah urat nadi vital yang selama ini menjadi andalan mobilitas mereka, Jembatan Gantung Merah Putih, kini resmi berdenyut kembali dengan napas yang jauh lebih segar.

Jembatan ikonik yang membentang membelah sungai ini adalah nyawa penghubung antara Desa Waringinsari, Kecamatan Langensari di Kota Banjar (Jabar), dengan Dusun Bakung, Kecamatan Wanareja di Kabupaten Cilacap (Jateng).

Bagi warga sekitar, melintasi jembatan ini dulunya ibarat menguji nyali. Bertahun-tahun lamanya, kondisi infrastruktur tersebut sangat memprihatinkan.

Papan pijakan yang lapuk dan bolong di berbagai sisi tak jarang membuat pengguna jalan menahan napas, dibayangi rasa waswas terperosok ke dasar sungai. Namun, pemandangan "horor" itu kini tinggal kenangan.

Melihat keselamatan warga yang setiap hari dipertaruhkan, Kepolisian Resor (Polres) Banjar tak tinggal diam. Berkolaborasi erat dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) setempat, mereka mengeksekusi proyek perbaikan kilat.

Hebatnya, hanya dalam kurun waktu 10 hari pengerjaan intensif, jembatan yang reyot itu berhasil "disulap" total.
Kini, konstruksinya tak sekadar kokoh dan aman dipijak.

Jembatan Gantung tersebut bersolek tampil jauh lebih estetik, dibalut dengan warna kebanggaan merah dan putih yang asri dipandang mata, seolah menegaskan identitasnya sebagai pemersatu dua wilayah.

Rabu (17/3/2026) menjadi hari yang bersejarah. Kapolres Banjar, AKBP Didi Dewantoro, turun langsung untuk menggunting pita dan meresmikan penggunaan kembali jembatan tersebut, disaksikan oleh deretan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat lintas provinsi yang hadir dengan penuh rasa syukur.

Bagi AKBP Didi Dewantoro, perbaikan ini bukanlah sekadar urusan semen, besi, dan kayu. Kehadiran Polri di tengah proyek infrastruktur publik ini adalah wujud nyata kepedulian sosial negara terhadap hajat hidup orang banyak.

Baca Juga: Ogah Tua di Jalan: Ratusan Ribu Pemudik Jabar Serbu Kereta hingga Whoosh Jelang Lebaran

“Jembatan Gantung Merah Putih ini maknanya sangat dalam. Ia bukan hanya sekadar sarana penghubung fisik di atas sungai, tetapi telah menjelma menjadi simbol kuat kebersamaan dan sinergi tanpa batas antara masyarakat Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah,” ungkap AKBP Didi di sela-sela peresmian.

Lebih dari itu, jembatan ini memikul beban ekonomi ratusan kepala keluarga. Dengan kondisi lalu lintas yang kini sudah tergaransi keamanannya, perputaran uang dan distribusi hasil bumi di kedua wilayah perbatasan dipastikan akan melaju lebih kencang.

“Dulu kondisinya memang sangat memprihatinkan dan membahayakan. Sekarang alhamdulillah sudah bisa dilalui dengan sangat aman. Kami sangat berharap, keberadaan wajah baru jembatan ini benar-benar bermanfaat membuka keran konektivitas, serta menunjang derap roda ekonomi masyarakat kecil di desa,” tambahnya penuh harap.

Kini, derit kayu lapuk tak lagi terdengar. Warga Banjar dan Cilacap bisa melangkah dengan pasti, tanpa perlu lagi merasa jantungan saat melintas.

Artikel ini telah tayang di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Rampung Diperbaiki, Jembatan Gantung Merah Putih Hubungkan Kembali Perbatasan Banjar-Cilacap"

Load More