- Fasilitas eskalator di Terminal Leuwipanjang mati saat arus balik Lebaran 2026 karena ketiadaan mekanik selama libur.
- Pemudik mengeluhkan maraknya asap rokok di area publik terminal yang mengancam kenyamanan dan kesehatan.
- Kepala Terminal mengakui lemahnya penegakan aturan merokok dan akan mengevaluasi manajemen fasilitas tersebut.
Mengenai masalah asap rokok, Asep mengklaim bahwa terminal telah menyediakan ruang khusus di lantai dua dan area di shelter kantor Perusahaan Otobus (PO). Namun, ia mengakui bahwa penegakan aturan masih lemah.
"Tapi memang belum terbatas hanya di tempat itu, jadi masih ada yang di jalur bus, jalur penumpang, di bawah pohon dan lainnya. Tapi tidak ada yang di area gedung, karena sudah tahu," ucapnya.
Asep berjanji akan menjadikan ini bahan evaluasi untuk menentukan titik area merokok yang jauh dari kerumunan dan menambah tempat pembuangan sampah rokok.
Kondisi Terminal Leuwipanjang selama Lebaran 2026 ini menyoroti urgensi perbaikan manajemen fasilitas publik. Ketiadaan mekanik eskalator saat puncak kepadatan penumpang dan lemahnya penegakan aturan merokok adalah masalah fundamental yang harus segera diatasi. Kenyamanan dan kesehatan pemudik seharusnya menjadi prioritas utama, bukan sekadar janji evaluasi yang tak kunjung terealisasi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Farhan Tegaskan Penghuni Kos Bandung Tak Boleh Tertutup: Bukan KTP Sini Pun Wajib Terdata RW
-
Tertibkan 63 Bangunan Liar di Dipatiukur, Walikota Bandung: Sesuai Perda, Tak Ada Ganti Rugi
-
Buntut Kasus Penganiayaan di Bandung, Dedi Mulyadi: Seluruh Kontrakan Wajib Terdaftar Online
-
Bukan Hanya Disiksa, Korban YTR Diduga Dipaksa Bertato 'Yuvita Love Taufik' dan Wajah Pelaku
-
Penganiaya Wanita di Bandung Diciduk Polisi, Kapolda Jabar: Pelaku Negatif Narkoba