- Arus balik mudik Lebaran 1447 H mengalami kemacetan parah di Tol Cipali KM 186-188 Palimanan pada Kamis malam, 26 Maret 2026.
- Operasi Ketupat 2026 telah resmi ditutup oleh Polri pada Rabu (25/3) pukul 24.00 WIB, dilanjutkan dengan KRYD.
- Volume kendaraan arus mudik tertinggi sepanjang sejarah tercatat 270.315 kendaraan; fatalitas kecelakaan turun 30,89 persen.
SuaraJabar.id - Arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah terpantau mengalami kemacetan parah di ruas Tol Cipali menuju arah Jakarta pada Kamis (26/3/2026) malam ini.
Kepadatan ini menjadi tantangan besar bagi para pemudik yang hendak kembali ke wilayah Jabodetabek setelah merayakan hari kemenangan di kampung halaman.
Berdasarkan informasi yang diterima, kemacetan arus balik Lebaran 2026 itu terjadi tepatnya di Kilometer 186 atau 188 Palimanan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Area ini dikenal sebagai salah satu titik krusial di Tol Cipali yang seringkali menjadi simpul kepadatan.
Visual di lokasi menunjukkan antrean kendaraan pemudik yang akan kembali ke wilayah Jabodetabek memenuhi ruas jalan.
Pergerakan kendaraan terlihat cukup lambat, bahkan tersendat-sendat, menguras kesabaran para pengendara yang telah menempuh perjalanan jauh.
Rizky, salah seorang pemudik asal Bogor yang sebelumnya mudik ke daerah Jawa, mengaku terjebak kemacetan di Tol Cipali malam ini. "Kejebak macet ini, Tol Cipali," singkatnya saat dihubungi SuaraJabar, menggambarkan situasi yang ia alami.
Untuk diketahui sebelumnya Polri resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 atau operasi pengamanan masa mudik Lebaran 2026 yang berlangsung selama 13 hari, yaitu mulai Jumat (13/3) sampai dengan Rabu (25/3).
“Malam ini (Rabu (25/3)) pukul 24.00 WIB, mendasari TR Bapak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Operasi Ketupat sudah ditutup,” kata Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Agus Suryonugroho di Semarang, Jawa Tengah, Kamis dini hari.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
Usai berakhirnya Operasi Ketupat 2026, kata Irjen Pol. Agus, Polri akan melaksanakan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Dengan demikian, para personel masih berada di lapangan untuk mengantisipasi situasi harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat), termasuk puncak arus balik kedua yang akan berlangsung pada 28-29 Maret 2026.
Jenderal polisi bintang dua itu mengatakan selama Operasi Ketupat 2026, volume kendaraan pada puncak arus mudik tercatat tertinggi sepanjang sejarah, yaitu sebanyak 270.315 kendaraan.
“Bila dibandingkan tahun lalu 2025, ada peningkatan 4,62 persen. Tahun yang lalu 258.512 kendaraan,” ujarnya.
Meski terdapat peningkatan jumlah kendaraan, arus lalu lintas berjalan terkendali berkat pemberlakuan rekayasa lalu lintas, salah satunya satu arah atau one way nasional pada puncak arus mudik dan puncak arus balik.
“Strategi manajemen rekayasa lalu lintas, baik parameter-parameter untuk melakukan one way nasional dan bahkan one way lokal sepenggal tahap satu atau one way lokal presisi, ini bisa memecah arus sehingga bisa kita kelola dengan baik, arus mudik sudah kita lewati,” katanya.
Berita Terkait
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Waspada! BMKG Beri Lampu Kuning Potensi Hujan Lebat di Jawa Barat hingga Maluku Hari Ini
-
Terbongkar! Ini Biang Kerok Macet Horor Cikidang-Palabuhanratu, Bukan Sekadar Volume Kendaraan
-
Terjebak Macet One Way di Bawah Terik Matahari, Bayi 11 Bulan Dievakuasi Polwan ke Posko
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Dedi Mulyadi Ancam Tahan Bantuan Desa, Ini Penyebabnya!
-
Utamakan Hak Pendidikan Anak, Farhan Nekat Ambil Keputusan Berat Soal Pembangunan SDN 026
-
Sorotan Pohon Hilang di Gasibu, Dedi Mulyadi: 1 Pohon Ditebang Diganti 50 Asem Jawa
-
Viral ASN PPPK Paruh Waktu DPUTR Bandung Barat Live TikTok, Singgung Fee Proyek
-
Menhut Raja Antoni Ungkap Dukungan Prabowo untuk Percepatan Restorasi Ekosistem