- Seorang ayah bernama Muhammad Saipul Fajri terpaksa berjalan kaki menggendong bayinya di tengah kemacetan Tol Parungkuda, Selasa (24/3/2026).
- Personel Polwan Satlantas Polres Sukabumi mengevakuasi ayah dan bayi tersebut menuju Posko Terpadu karena kondisi bayi kepanasan.
- Evakuasi ini merupakan implementasi SOP kemanusiaan untuk melindungi kelompok rentan selama skema rekayasa satu arah diberlakukan.
SuaraJabar.id - Suhu aspal di kawasan Gerbang (Exit) Tol Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, seolah mendidih pada Selasa siang (24/3/2026).
Di tengah bisingnya deru mesin ribuan kendaraan arus balik Lebaran yang terjebak skema rekayasa satu arah (one way), ada sebuah pemandangan kecil yang mengiris hati sekaligus menghangatkan jiwa.
Seorang ayah muda tampak berjalan kaki gontai membelah lautan kendaraan yang terkunci mati (stuck). Peluhnya bercucuran.
Di dadanya, tergendong erat seorang bayi mungil berusia 11 bulan yang tengah tertidur pulas, namun sekujur tubuh kecilnya basah kuyup oleh keringat akibat terpanggang sengatan matahari Sukabumi.
Melihat pemandangan memprihatinkan tersebut, insting keibuan sekaligus profesionalisme aparat kepolisian langsung bekerja.
Sejumlah personel Polisi Wanita (Polwan) dari Satlantas Polres Sukabumi berlari memecah antrean, mengevakuasi sang ayah dan bayinya secara darurat menuju sejuknya Posko Terpadu Exit Tol.
Ayah bayi tersebut adalah Muhammad Saipul Fajri (25), seorang pemudik asal Ciambar. Niat awalnya sangat sederhana, ingin memboyong keluarga kecilnya healing (berlibur singkat) satu hari menikmati deburan ombak di Palabuhanratu.
Namun, perjalanannya tersendat total imbas diberlakukannya sistem one way dari Simpang Ratu hingga Exit Tol Parungkuda yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB.
Berjalan Kaki Susuri Lampu Merah yang Memanggang
Baca Juga: Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
Lantaran mobil yang ditumpanginya tak bisa bergerak seinci pun dan kabin terasa mulai pengap, Fajri mengambil keputusan nekat.
Ia memilih turun dan berjalan kaki dari sekitar area lampu merah, menyusuri trotoar menuju simpang perempatan, semata-mata demi mencari setitik tempat teduh bagi buah hatinya.
Saat ditemui di dalam Posko Terpadu yang sejuk, wajah lelah Fajri perlahan berubah lega. Ketika ditanya mengenai kondisinya di jalanan aspal tadi, ia hanya bisa bergumam pelan.
“Panas banget, Mas. Anak saya ini alhamdulillah sehat, cuma dia lagi tidur kepanasan di jalan tadi, makanya saya inisiatif jalan kaki nyari angin,” ucapnya.
Tindakan taktis dan heroik para Polwan hari itu rupanya meninggalkan kesan yang sangat mendalam di hati Fajri.
“Syukur alhamdulillah banget polisi di sini masih pada peduli sama nasib pemudik kecil kayak kami. Ibu-ibu Polwan-nya juga baik dan cekatan banget nolongin anak saya,” ungkapnya tulus.
Tag
Berita Terkait
-
Malam Horor di Cikidang: Terjebak 9 Jam! Bau Kopling Terbakar dan Tangis Anak Pecah di Antrean
-
Nekat Bawa 18 Nyawa! Tragedi Gagal Nyalip Bus di Pangandaran Renggut Nyawa Nadila
-
Tragedi Ujunggenteng 3 Nyawa Melayang, Penyelamat Ayah dan Anak Ditemukan Nelayan Pagi Ini
-
Rekor 29 Kali One Way di Jalur Bandung-Garut! Strategi Polisi Urai Macet Mudik 2026
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Cuma Beda 20 Meter! Tetangga Tega Habisi Nyawa Perempuan di KBB Gara-gara Dendam Ternak Domba
-
Buntut Longsor Bocimi KM 72, BPJT Instruksikan Evaluasi Total Seluruh Aset Tol
-
Warga Bogor Cek Jalur! Rekayasa Lalin 3,2 Km Diberlakukan Saat Kirab Budaya Sore Ini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Update Jalur Tambang Parungpanjang, Sekda Bogor Ungkap Proses Appraisal dan Skema Hibah Lahan