- Warga Kampung Cibening membangun kembali jembatan yang ambruk akibat longsor secara mandiri pada Rabu, 1 April 2026.
- Masyarakat mengumpulkan dana patungan dan menerima bantuan material untuk memperbaiki akses vital yang terputus selama tujuh bulan.
- Pemerintah Desa Bantargadung menyatakan keterbatasan anggaran Dana Desa menjadi kendala utama dalam membiayai perbaikan jembatan tersebut secara resmi.
SuaraJabar.id - Bau tanah merah yang basah sisa hujan deras masih menyengat di hidung. Di bawah naungan terpal biru yang hanya disangga tiang bambu seadanya, suasana di Kampung Cibening, Desa Bantargadung, Rabu siang (1/4/2026), tampak begitu hidup namun getir.
Suara denting logam sesekali memecah keheningan. Bukan suara mesin pabrik, melainkan tangan-tangan perkasa warga desa yang sedang memotong besi beton dan merakit baja ringan.
Di atas aliran Sungai Ciseureuh yang mengancam, mereka sedang merajut kembali harapan yang sempat putus bersama ambruknya jembatan utama mereka, September tahun lalu.
Sudah tujuh bulan sejak longsor hebat menghancurkan akses vital sepanjang 5 meter yang menghubungkan Kampung Cibening dan Kampung Pasapen. Selama itu pula, janji-janji perbaikan dari pemerintah desa maupun kecamatan seolah hanyut terbawa arus sungai.
Warga selama ini terpaksa melintasi jembatan darurat dari bambu dan kayu yang kian melapuk. Setiap kali hujan turun, titian itu berubah menjadi jebakan licin yang menghantui setiap langkah anak sekolah dan petani yang melintas.
Karena tak ingin lagi bertaruh nyawa, warga akhirnya memutuskan untuk berhenti berharap dan mulai bergerak mandiri.
"Warga berinisiatif membangun sendiri dengan bahan seadanya. Ini satu-satunya akses kami. Kami tidak bisa menunggu lebih lama lagi," ujar Anggara, salah seorang warga yang tangannya masih belepotan karat besi dan tanah.
Kemandirian warga Cibening bukan sekadar slogan. Mereka sepakat untuk patungan sebesar Rp50.000 per kepala keluarga.
Dari kantong-kantong sederhana itu, terkumpul uang sebesar Rp7 juta. Uang tersebut kemudian dibelikan pasir, batu split, dan semen.
Baca Juga: WFH ASN Dimulai! Wali Kota Sukabumi Tegaskan Guru, Nakes, dan Pejabat Tetap di Lapangan
Ketulusan mereka pun mengundang simpati para donatur yang menyumbangkan material berupa besi beton hingga baja ringan.
"Donasi datang dalam bentuk bahan bangunan. Uang patungan warga kami gunakan untuk kebutuhan lainnya," jelas Anggara.
Bagi mereka, jembatan ini bukan sekadar konstruksi baja, tapi simbol harga diri dan keselamatan bersama.
Di sisi lain, Pemerintah Desa Bantargadung menepis tudingan adanya pembiaran. Kepala Desa Bantargadung, Uus Amrullah, mengklaim pihaknya telah mengupayakan perbaikan melalui program Bakti TNI. Namun, ia mengakui bahwa gerak warga jauh lebih cepat ketimbang proses birokrasi.
Uus membeberkan fakta pahit mengenai kondisi keuangan desa. Dana Desa yang tersedia sebesar Rp300 juta disebutnya telah habis terkapling untuk pos-pos wajib yang ditetapkan pemerintah pusat, seperti insentif lembaga, dana kebencanaan umum, hingga Bantuan Langsung Tunai (BLT).
"Dana Desa kami sudah 'dipenggal' oleh pusat. Anggarannya sudah dialokasikan untuk BLT dan pos lainnya, jadi untuk jembatan ini memang tidak masuk (anggaran)," papar Uus.
Berita Terkait
-
WFH ASN Dimulai! Wali Kota Sukabumi Tegaskan Guru, Nakes, dan Pejabat Tetap di Lapangan
-
ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan
-
Menantang Maut di Atas Sungai: Jembatan Melintir di Cibadak Sukabumi yang Hanya Bertumpu pada Bambu
-
Gizi untuk Anak, Limbah Jangan Merusak: Ultimatum DLH Sukabumi untuk Pengelola SPPG
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
PANI Perkuat Komunikasi Korporasi untuk Jaga Kepercayaan Pemangku Kepentingan
-
131 Cabang Serentak Gelar BRI KKB Expo 2026, Yuk Wujudkan Mobil Impian
-
Tak Perlu Macet-macetan Pindah Spot, Enchanting Valley Tawarkan Solusi Liburan Seharian di Puncak
-
Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan
-
Duka Bintang Persib: Rumah Orang Tua Saddil Ramdani Ludes Terbakar di Muna Barat