- Wali Kota Ayep Zaki menetapkan kebijakan kerja dari rumah bagi ASN administratif setiap Jumat di Kota Sukabumi.
- Pimpinan serta sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan tetap wajib bekerja secara tatap muka langsung.
- Pemerintah Kota Sukabumi berencana mengubah status kepegawaian rumah sakit daerah menjadi karyawan BLUD secara bertahap dan profesional.
SuaraJabar.id - Suasana khidmat menyelimuti Lapang Merdeka pada Rabu (1/4/2026). Di tengah perayaan Hari Jadi Kota Sukabumi ke-112, Wali Kota Ayep Zaki membawa "kado" baru bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) yakni kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) setiap hari Jumat resmi diberlakukan.
Namun, jangan salah sangka. Kebijakan ini bukan berarti tambahan hari libur. Ini adalah langkah adaptif Pemerintah Kota Sukabumi mengikuti arahan pusat, di mana efisiensi dan fleksibilitas menjadi napas baru dalam birokrasi.
Wali Kota Ayep Zaki memberikan batasan yang sangat tegas. WFH Jumat hanya berlaku bagi staf administratif. Bagi mereka yang memegang tongkat komando dan pelayanan dasar, pintu kantor tetap terbuka lebar.
"WFH kita ambil hari Jumat, tidak libur tapi kerja di rumah. Namun untuk Eselon II dan sebagian Eselon III tetap bekerja di kantor. Saya, Wakil Wali Kota, beserta Eselon II semua itu harus ada di kantor," tegas Ayep usai upacara peringatan HUT Kota.
Kebijakan ini dirancang agar denyut nadi pelayanan publik tidak terhenti. Sektor-sektor krusial seperti pendidikan dan kesehatan pun dipastikan tetap berjalan secara tatap muka.
"Masa pendidikan WFH? Gurunya tidak boleh. Kesehatan juga sama, karena melayani masyarakat itu tidak boleh (WFH)," tambahnya.
Daftar petugas yang tetap bersiaga di lapangan mencakup sektor kesehatan, keamanan, kebersihan, hingga logistik dan energi. Singkatnya, semua yang berhubungan langsung dengan kebutuhan pokok warga tetap bekerja di garis depan.
Di balik pengumuman WFH, terselip sebuah rencana revolusioner bagi dunia kesehatan di Kota Sukabumi. Ayep Zaki mengungkapkan rencana penataan ulang Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), khususnya di RSUD Syamsudin SH dan RS Al-Mulk.
Ke depan, rumah sakit plat merah ini akan dikelola layaknya Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang lebih lincah dan profesional. Konsekuensinya besar, status ASN di lingkungan rumah sakit tersebut akan dihapus secara bertahap.
Baca Juga: ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan
"Nantinya BLUD kita mengacu kepada BUMN. Tidak ada pegawai negeri yang kerja di BLUD," kata Ayep membeberkan visi barunya.
Saat ini, masih ada sekitar 400 hingga 500 ASN yang bertugas di rumah sakit-rumah sakit tersebut. Ayep berencana menghentikan rekrutmen ASN di sana dan mengubah status pekerja menjadi karyawan tetap BLUD.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan; selain untuk menekan beban belanja pegawai di APBD, skema ini justru dianggap bisa meningkatkan kesejahteraan pekerja.
"Kesejahteraannya bahkan bisa lebih dari pegawai negeri," pungkasnya optimis.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Jumat WFH untuk ASN, Wali Kota Sukabumi: Pimpinan Tetap Ngantor"
Tag
Berita Terkait
-
ASN Resmi WFH Setiap Hari Jumat: Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan
-
Menantang Maut di Atas Sungai: Jembatan Melintir di Cibadak Sukabumi yang Hanya Bertumpu pada Bambu
-
Gizi untuk Anak, Limbah Jangan Merusak: Ultimatum DLH Sukabumi untuk Pengelola SPPG
-
Gelisah di Balik Seragam ASN: DPRD Kota Banjar Pasang Badan Cegah Badai PHK PPPK di Tahun 2027
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop
-
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
-
Imam Jazuli Dorong NU Cetak Teknokrat Spiritual, Siap Hadapi Era Digital dan Tantangan Global
-
Gus Miftah Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Baru Agro Industri untuk Kemandirian Ekonomi Umat