- Pemerintah Kabupaten Sukabumi resmi menerapkan kebijakan Work From Home bagi seluruh ASN setiap hari Jumat mulai 1 April 2026.
- Kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk melakukan efisiensi energi nasional akibat dampak krisis energi di tingkat global.
- Sekda Kabupaten Sukabumi akan menyusun sistem pengawasan digital guna memastikan produktivitas kerja dan pelayanan publik tetap berjalan optimal.
SuaraJabar.id - Pemandangan berbeda akan segera mewarnai perkantoran di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukabumi setiap akhir pekan.
Mulai 1 April 2026, deretan meja kerja yang biasanya penuh dengan tumpukan berkas setiap hari Jumat akan tampak lengang. Bukan karena libur, melainkan karena para Aparatur Sipil Negara (ASN) resmi beralih ke moda Work From Home (WFH).
Kebijakan ini bukan sekadar tren gaya hidup modern, melainkan sebuah respons strategis terhadap dinamika dunia yang kian tak menentu.
Di balik layar, pemerintah pusat tengah berupaya melakukan efisiensi energi nasional sebagai dampak nyata dari konflik global yang memicu krisis energi dunia. Sukabumi pun bersiap menjadi bagian dari perubahan besar ini.
Langkah berani ini diambil untuk mendorong birokrasi yang lebih fleksibel dan adaptif. Transformasi digital yang selama ini digalakkan kini benar-benar diuji melalui kebijakan bekerja dari rumah setiap hari Jumat.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, memberikan kepastian bahwa Pemkab akan segera mengadopsi kebijakan ini sesuai dengan arahan dari Kementerian PAN-RB dan Kemendagri.
"Kami akan menindaklanjuti sesuai dengan surat edaran dari Mendagri. Intinya, WFH sudah ditentukan jatuh pada hari Jumat," tegas Ade Suryaman pada Rabu (1/4/2026).
Meski memberikan kelonggaran lokasi kerja, pemerintah tidak ingin kebijakan ini disalahpahami sebagai "libur tambahan".
Tantangan terbesarnya adalah bagaimana memastikan pelayanan publik tetap berjalan prima dan kinerja ASN tetap terukur meski tak bertatap muka.
Baca Juga: Menantang Maut di Atas Sungai: Jembatan Melintir di Cibadak Sukabumi yang Hanya Bertumpu pada Bambu
Ade Suryaman menegaskan bahwa mekanisme teknis, termasuk sistem pengawasan digital, akan segera digodok dalam rapat internal.
Pemerintah ingin memastikan bahwa WFH benar-benar menghasilkan efisiensi yang nyata bagi kas negara dan produktivitas pegawai.
"Untuk pengawasan kerjanya nanti akan saya rapatkan. Kita akan kumpulkan tim terkait karena harus dihitung secara detail agar efisiensinya benar-benar tercapai," tambahnya.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "ASN Bakal WFH Setiap Jumat, Pemkab Sukabumi Siapkan Skema Pengawasan"
Berita Terkait
-
Menantang Maut di Atas Sungai: Jembatan Melintir di Cibadak Sukabumi yang Hanya Bertumpu pada Bambu
-
Gelisah di Balik Seragam ASN: DPRD Kota Banjar Pasang Badan Cegah Badai PHK PPPK di Tahun 2027
-
Badai PHK Setelah Lebaran: Saat Mesin Pabrik Berhenti dan Amarah Buruh Sukabumi Memuncak
-
Hening di Kampung Kubang: Teka-teki Garis Kuning yang Membelit Proyek Mangkrak SMAN 1 Cibitung
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
Gubernur Jabar Hati-hati Garap Proyek Jalur Khusus Tambang di Kabupaten Bogor
-
Telan Rp3,5 Miliar tapi Mangkrak, Proyek Masjid Al Afghani Sukabumi Didesak Stop
-
Sebelum Bangun Jalan Khusus, Dedi Mulyadi Evaluasi Total Nasib Tambang di Bogor
-
Imam Jazuli Dorong NU Cetak Teknokrat Spiritual, Siap Hadapi Era Digital dan Tantangan Global
-
Gus Miftah Dorong Pesantren Jadi Kekuatan Baru Agro Industri untuk Kemandirian Ekonomi Umat