- Ratusan buruh PT Star Comgistic Indonesia di Sukabumi melakukan aksi mogok kerja spontan pada Selasa, 31 Maret 2026.
- Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes atas kebijakan perusahaan yang terus melakukan PHK terhadap para karyawan tetap.
- Serikat buruh menuntut manajemen membatalkan seluruh pemutusan hubungan kerja serta menghentikan gelombang pemecatan karyawan di lingkungan pabrik tersebut.
SuaraJabar.id - Selasa pagi (31/3/2026), riuh bunyi mesin di PT Star Comgistic Indonesia mendadak senyap. Tidak ada deru produksi seperti biasanya.
Di area pabrik yang terletak di Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi itu, suasana berubah mencekam. Ratusan buruh memutuskan berhenti bekerja, bukan karena lelah, melainkan karena rasa takut yang telah berubah menjadi keberanian untuk melawan.
Aksi mogok kerja ini meletus secara spontan. Di tengah lantai produksi, ketidakpastian nasib merayap di sela-sela obrolan para pekerja.
Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang tak kunjung usai menjadi pemicunya. Bagi mereka, ini bukan sekadar urusan kontrak, tapi soal periuk nasi yang terancam pecah.
Ironisnya, ketegangan ini bermula tepat setelah sukacita Lebaran mereda. Sejak 23 Maret 2026, manajemen perusahaan mulai memanggil karyawan satu per satu. Namun, panggilan itu bukan untuk pembagian bonus atau evaluasi prestasi, melainkan "surat perpisahan".
Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kabupaten Sukabumi, Dadeng Nazarudin, mengonfirmasi bahwa aksi ini adalah akumulasi dari kekecewaan para pekerja.
"Iya, ini aksi mogok kerja yang dilakukan oleh kawan-kawan yang masih aktif. Mereka memilih tidak melakukan aktivitas kerja sebagai bentuk protes," ujar Dadeng dengan nada serius.
Menurut Dadeng, api kegelisahan ini tersulut karena proses PHK dilakukan secara bertahap dan terus-menerus. Sebanyak 57 karyawan tetap sudah dinyatakan gugur dalam gelombang pertama. Namun, alih-alih berhenti, manajemen justru kembali memanggil gelombang berikutnya pada 30 Maret kemarin.
Para buruh yang terkena dampak mayoritas berasal dari lini produksi—jantung dari operasional pabrik. Di antara puluhan orang yang pasrah, muncul riak perlawanan.
Baca Juga: Hening di Kampung Kubang: Teka-teki Garis Kuning yang Membelit Proyek Mangkrak SMAN 1 Cibitung
Ada delapan karyawan yang dengan tegas menolak menandatangani surat PHK. Mereka memilih bertahan, berdiri di garis depan melawan kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada pekerja.
"PHK ini terus dilakukan. Yang di-PHK itu adalah karyawan tetap," tambah Dadeng. Fakta bahwa status mereka adalah karyawan tetap membuat langkah perusahaan semakin memicu tanda tanya besar bagi serikat buruh.
Aksi mogok ini adalah sinyal darurat. Bagi GSBI dan para buruh, bertahan dalam diam bukan lagi pilihan. Tuntutan mereka jelas dan tidak bertele-tele: hentikan gelombang pemecatan dan pekerjakan kembali kawan-kawan mereka yang telah dirumahkan.
"Kami menolak PHK. Artinya, karyawan yang sudah dinyatakan PHK harus dibatalkan, dan kami minta tidak ada lagi PHK susulan," tegas Dadeng menutup pembicaraan.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Buruh PT Star Comgistic Parungkuda Mogok Kerja, Tolak Gelombang PHK yang Terus Berlanjut"
Berita Terkait
-
Hening di Kampung Kubang: Teka-teki Garis Kuning yang Membelit Proyek Mangkrak SMAN 1 Cibitung
-
Gema Takbir Terakhir di Balik Dinding Kontrakan di Baros: Nestapa Akhir Hayat Rully Ahmadsyah
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak
-
Topeng Agama dan Modus 'Ijazah Sakti': Sisi Gelap Dai Kondang di Sukabumi yang Kini Diburu Polisi
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna