- Rully P. Ahmadsyah (68), warga Jakarta Selatan tertutup, meninggal sendirian di rumah kontrakan Baros, Sukabumi pada Selasa (31/3/2026).
- Warga menemukan jenazah Rully sore hari setelah mendengar teriakan kesakitan yang kemudian diikuti keheningan total.
- Penyebab kematian diduga karena sakit, diperkuat penemuan banyak obat; keluarga menolak otopsi lebih lanjut.
SuaraJabar.id - Siang itu, Selasa (31/3/2026), Kampung Sudajaya, Kelurahan Jayaraksa, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, biasanya hanya riuh oleh suara anak-anak bermain atau deru motor yang lewat.
Namun, tepat pukul 12.00 WIB, sebuah suara parau dari balik dinding salah satu rumah kontrakan menghentikan langkah warga.
Suara itu adalah rintihan kesakitan yang memuncak pada satu pekikan religius yang menggetarkan. "Allahu Akbar!".
Setelah itu, hening. Sunyi yang janggal pun menyelimuti rumah kontrakan nomor 005 tersebut.
Warga yang mendengar tak lantas mendobrak pintu. Ada keraguan yang menggantung di udara. Sang penghuni, Rully P. Ahmadsyah, S.E. (68), dikenal sebagai sosok yang sangat tertutup.
Selama tiga tahun menetap di Baros, pria asal Jakarta Selatan ini ibarat sebuah teka-teki berjalan. Ia jarang berbincang, enggan memberikan identitas keluarga, bahkan berkali-kali menolak memberikan salinan KTP saat diminta pengurus lingkungan.
"Beliau memang tertutup dan jarang berinteraksi. Warga mendengar suara seperti orang sakit, bahkan sempat teriak. Tapi karena sifatnya yang menutup diri, warga awalnya tidak berani masuk," tutur Yusuf Sopian, Ketua RW 03, dengan nada prihatin.
Kematian Rully sebenarnya seolah sudah mengirimkan "utusan". Malam sebelumnya, kesehatan sang pria lansia itu tampak ambruk. Ia sempat meminta tolong warga untuk membelikan obat.
Namun, karena ia hidup sebatang kara dan tak pernah membiarkan orang lain masuk terlalu dalam ke lingkaran pribadinya, warga hanya bisa membantu sebatas ambang pintu.
Rasa penasaran warga akhirnya mengalahkan keraguan saat siang mulai beranjak sore. Pintu yang tak terkunci itu dibuka perlahan. Di sana, di dalam kamar yang sunyi, sosok Rully ditemukan dalam posisi telungkup.
Baca Juga: Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak
Ia tak lagi bergerak. Gelar Sarjana Ekonomi dan masa lalunya di Jakarta Selatan seolah tak lagi berarti di hadapan maut yang menjemputnya dalam kesendirian.
Petugas medis dari Puskesmas dan tim Inafis Polres Sukabumi Kota yang tiba di lokasi memastikan bahwa nafas Rully telah terhenti.
Tidak ditemukan bekas kekerasan di tubuh renta itu. Yang tersisa hanya deretan botol obat dan vitamin yang menjadi saksi bisu perjuangannya melawan sakit seorang diri.
Kapolsek Baros, Kompol Iman Prayitno, mengonfirmasi bahwa dugaan kuat kematian Rully adalah karena sakit. Hal ini diperkuat dengan penemuan berbagai macam obat-obatan di tempat kejadian perkara (TKP).
"Keluarga di Jakarta sudah dihubungi dan mereka menolak untuk dilakukan autopsi," ujar Iman singkat.
Artikel ini telah ditayangkan di website sukabumiupdate.com media jaringan Suara.com dengan judul "Lansia Warga Jaksel Tewas di Kontrakan, Polres Sukabumi Kota Temukan Obat dan Vitamin"
Berita Terkait
-
Luka di Jantung Kota Santri: Suara Lantang MUI Sukabumi Menolak Kompromi Atas Predator Anak
-
Topeng Agama dan Modus 'Ijazah Sakti': Sisi Gelap Dai Kondang di Sukabumi yang Kini Diburu Polisi
-
Misteri Mr X di Sangrawayang Terpecahkan! Ternyata Wisatawan Depok yang Hanyut dari Banten
-
Mr X di Tengah Lautan: Nelayan Sangrawayang Temukan Jasad Mengapung 1 Mil dari Bibir Pantai
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
1.584 Personel Pasukan Gabungan Gelar Apel Kebangsaan di Bogor, Ada Apa?
-
BRI Consumer Expo 2026 Hadir di Summarecon Bogor, Tawarkan Promo KPR dan KKB Menarik
-
Kebakaran Kawah Wadon Gunung Gede Capai 5,8 Hektare, Pemadaman Masih Berlangsung
-
Inklusi Keuangan Makin Kuat, BRImo Raih 49,7 Juta Pengguna