- Tembok penahan tebing di Dusun Ciloa, Sumedang, ambrol akibat hujan deras pada Rabu malam, 1 April 2026.
- Material longsor merusak rumah milik Yusup serta menimbun dua unit sepeda motor, namun tanpa korban jiwa.
- BPBD Sumedang memasang terpal darurat karena tujuh rumah warga lain terancam akibat adanya retakan tanah baru.
SuaraJabar.id - Jarum jam menunjukkan pukul 22.00 WIB ketika keheningan malam di Dusun Ciloa, Desa Sukajaya, Kecamatan Sumedang Selatan, mendadak pecah oleh suara gemuruh yang menggetarkan tanah.
Di tengah guyuran hujan deras yang tak kunjung reda, Rabu (1/4/2026), bencana datang tanpa mengetuk pintu.
Tembok Penahan Tebing (TPT) yang selama ini berdiri kokoh di sekitar permukiman warga, tak lagi sanggup menahan beban air dan tanah yang kian jenuh.
Dengan sekali hantaman, tembok itu ambrol, mengirimkan ribuan kubik material tanah dan puing bangunan langsung ke arah rumah warga di bawahnya.
Nasib nahas menimpa keluarga Yusup (48). Rumah yang dihuni oleh empat jiwa itu menjadi sasaran utama keganasan longsor. Dinding rumah yang semula menjadi pelindung, jebol seketika dihantam material keras.
Pemandangan memilukan terlihat di ruang tamu. Ruangan yang biasanya menjadi tempat berkumpul hangat keluarga itu berubah drastis menjadi hamparan lumpur dan puing.
Ironisnya, dua unit sepeda motor yang diparkir di dalam rumah tak sempat diselamatkan. Keduanya terkubur di bawah timbunan tanah yang masuk hingga ke ruang tengah.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun satu unit rumah mengalami kerusakan parah di bagian dinding, serta dua sepeda motor tertimbun material,” ungkap Danru Piket BPBD Sumedang, Ilham.
Bencana ternyata belum benar-benar berlalu. Tim dari BPBD Sumedang, Tagana, dan pemerintah desa yang terjun ke lokasi menemukan fakta mengkhawatirkan. Tanah di sekitar titik longsoran mulai menampakkan retakan-retakan baru yang menganga.
Baca Juga: Sedot Air Tanah Tapi 'Emoh' Urus Izin: Ratusan Pengusaha di Banjar Kini Berada di Ujung Tanduk
Sedikitnya tujuh rumah warga yang berada tepat di atas titik longsor kini dalam kondisi terancam. Bayang-bayang longsor susulan terus menghantui, terutama jika langit Sumedang kembali menumpahkan hujan dengan intensitas tinggi.
Sebagai langkah darurat, petugas bergegas membentangkan terpal plastik berukuran besar untuk menutup area longsoran.
“Kami bersama Dinsos Kabupaten Sumedang melakukan penanganan sementara dengan menutup area longsoran. Ini penting untuk meminimalisir air masuk ke rekahan tanah jika hujan turun lagi,” tambah Ilham.
Artikel ini telah ditayangkan di website harapanrakyat.com media jaringan Suara.com dengan judul "Hujan Deras Picu Longsor di Sumedang, Rumah Warga Jebol dan Dua Motor Tertimbun"
Berita Terkait
-
Sedot Air Tanah Tapi 'Emoh' Urus Izin: Ratusan Pengusaha di Banjar Kini Berada di Ujung Tanduk
-
ASN Ciamis Siap-Siap WFH atau Genjot Sepeda di Hari Jumat demi Hemat BBM
-
Misteri di Balik Kamar Vila Garut: Rohaimin Berpulang dalam Sunyi, Uang Rp15 Juta Masih Utuh
-
Drama Karpet Kuning di Bandung: Teka-teki Izin Kepolisian yang Membayangi Musda Golkar Jabar
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Pulang Belanja Sayur Subuh Hari, Nenek 62 Tahun di Bogor Meninggal Dunia Tertimpa Tembok Pembatas
-
Eiger Nature Megamendung: Pelopor Ekowisata Masa Depan dengan Vibe Swiss di Jantung Bogor
-
Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa
-
Gunakan Uang APBDes Rp574 Juta untuk Renovasi Rumah dan Bayar Utang, Kaur Keuangan Desa di Sukabumi
-
BPK Apresiasi Transformasi Kementerian Hukum, Tata Kelola Terus Didorong Menguat