- Ratusan warga mengikuti Istigasah Kubro di Masjid Jami Umar Bin Khattab, Ciamis, pada Minggu, 5 April 2026.
- Kegiatan doa bersama tersebut dilaksanakan sebagai ikhtiar batin untuk memohon keselamatan bagi bangsa dan negara Indonesia.
- Para ulama mendesak aparat agar menegakkan hukum secara transparan, khususnya terkait penyelesaian kasus Tragedi KM 50 segera.
SuaraJabar.id - Ratusan warga mengikuti Istigasah Kubro dan doa bersama untuk keselamatan umat, bangsa, dan negara di Masjid Jami Umar Bin Khattab, Sindangbarang, Kabupaten Ciamis, Minggu (5/4/2026).
Dalam kegiatan tersebut, ulama menyoroti penegakan hukum, termasuk kasus Tragedi KM 50 yang dinilai masih menyisakan tanda tanya.
Pimpinan Ponpes Dzikrul Huda Ciamis sekaligus Sekretaris Umum Himpunan Alumni Miftahul Huda (HAMIDA), KH Muhammad Nurdin, mengatakan doa bersama menjadi bagian penting dari ikhtiar batin dalam menghadapi persoalan bangsa.
“Usaha dan doa bersama ini adalah ikhtiar batin. Jangan hanya sekadar ikhtiar lahir. Doa meskipun tidak terlihat sangat dirasakan,” kata KH Nurdin.
Ia berharap doa yang dipanjatkan membawa keselamatan bagi Indonesia. Namun, ia juga menyoroti penegakan hukum yang dinilai belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik.
“Kasus KM 50 masih menyisakan pertanyaan di mata masyarakat. Banyak kejanggalan, ketidakjujuran, dan kedzaliman,” ujarnya.
KH Nurdin meminta aparat penegak hukum berani menegakkan keadilan secara jujur dan transparan.
“Kami berharap para penegak hukum tidak gentar untuk menegakkan hukum seadil-adilnya, sejujur-jujurnya, dan sebenar-benarnya,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Pimpinan Majelis Taklim Masjid Jami Umar Bin Khattab, Ustadz Jajang Ruhyat. Ia mengatakan masyarakat berharap berbagai persoalan hukum yang menjadi perhatian publik dapat diselesaikan secara terbuka.
Baca Juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Muhammadiyah Adalah Sahabat Sejati Polri
“Kami berharap kasus KM 50 dan tragedi kemanusiaan lainnya dibuka secara terang benderang agar menumbuhkan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, keterbukaan dan keadilan dalam penegakan hukum akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan publik.
“Jika hukum ditegakkan dengan jujur dan adil, maka akan lahir kepercayaan, kesejahteraan, dan kemakmuran bagi masyarakat,” pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
6 Fakta Pesta Juara Maung Bandung di GBLA
-
GBLA Bergemuruh! Flare dan Kembang Api Bobotoh Warnai Pesta Juara Persib Bandung
-
Cetak Hattrick Juara! Persib Bandung Ukir Rekor Abadi di Liga Utama Indonesia
-
Ada Flare di Kamar Mandi! Polisi Bongkar Penyelundupan Barang Terlarang di GBLA
-
Wanti-wanti Bobotoh di GBLA, Bojan Hodak: Jangan Sampai Angkat Piala di Atas Tribun Lagi