Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 03 April 2026 | 21:42 WIB
Suasana lalu lintas di Tol Jakarta Cikampek km 50 saat rekonstruksi penembakan laskar FPI, Senin (14/12/2020) dini hari WIB. (Suara.com/Tio)
Baca 10 detik
  • Ratusan warga mengikuti Istighotsah Kubro di Cirebon pada Jumat (3/4/2026) untuk menuntut penegakan keadilan hukum di Indonesia.
  • KH Muhammad Ilyas Khaelani mendesak pemerintah menuntaskan kasus besar seperti KM 50 dan Vina demi menjaga kepercayaan publik.
  • Peserta berharap Presiden Prabowo Subianto dan aparat penegak hukum segera menyelesaikan berbagai perkara dengan jujur serta profesional.

SuaraJabar.id - Istighotsah Kubro dan Halal Bihalal Doa untuk Indonesia yang digelar di Cirebon, Jawa Barat, Jumat (3/4/2026), menjadi panggung suara keras masyarakat soal keadilan.

Ratusan warga yang hadir tak hanya bermunajat, tetapi juga menyuarakan kegelisahan atas sejumlah kasus yang dinilai belum tuntas.

Pimpinan Majelis Al Barkah Surya Cirebon, KH Muhammad Ilyas Khaelani, menegaskan bahwa negara tidak boleh membiarkan kasus-kasus besar terus menggantung tanpa kejelasan.

“Jangan biarkan kasus-kasus seperti KM 50 dan Vina menggantung tanpa kepastian. Ini menyangkut rasa keadilan masyarakat,” tegas KH Ilyas.

Menurutnya, istighotsah ini bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan bentuk tekanan moral agar hukum benar-benar ditegakkan secara adil dan transparan.

“Kalau memang itu perlu dijelaskan, maka jelaskan. Kalau itu perlu ditegakkan, maka tegakkan. Negara ini punya hukum, dan hukum tidak boleh kalah,” ujarnya.

Ia menilai, lambannya penyelesaian sejumlah perkara justru berpotensi menggerus kepercayaan publik terhadap institusi negara, khususnya aparat penegak hukum.

“Ketika kasus tidak kunjung selesai, publik bertanya-tanya. Di situlah kepercayaan bisa runtuh,” katanya.

KH Ilyas juga menyoroti pentingnya keberanian dari pemerintah untuk menuntaskan berbagai kasus yang masih menjadi beban sosial di tengah masyarakat. Ia berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengambil langkah tegas.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Usul Vasektomi Syarat Bansos, MUI: Bertentangan dengan Syariat

“Kami berharap Presiden Prabowo bisa menyelesaikan ini dengan baik. Selesaikan semua kasus yang belum terselesaikan. Ini harapan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan aparat penegak hukum, khususnya Polri, agar tetap menjaga integritas dan tidak terpengaruh oleh kepentingan apa pun dalam menjalankan tugasnya.

“Kami berdoa agar aparat dijauhkan dari godaan yang merusak integritas. Hukum harus ditegakkan secara jujur, terbuka, dan profesional,” imbuhnya.

Bagi KH Ilyas, doa yang dipanjatkan dalam istighotsah ini adalah bentuk harapan terakhir masyarakat agar keadilan benar-benar hadir di negeri ini.

“Kami hanya bisa bermunajat. Semoga kebenaran terungkap dan keadilan ditegakkan,” pungkasnya.

Acara berlangsung khidmat dengan diikuti ratusan jamaah dari berbagai kalangan, yang bersama-sama memanjatkan doa untuk keselamatan bangsa dan tegaknya keadilan di Indonesia.

Load More