Andi Ahmad S
Senin, 27 April 2026 | 22:32 WIB
Kecelakaan melibatkan dua rangkaian kereta api terjadi di area Stasiun Bekasi Timur (BKST) pada Senin (27/4/2026) malam. [Suara.com/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Basarnas mengerahkan tim elit BSG untuk menangani kecelakaan tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam.
  • Insiden tabrakan kereta api terjadi pukul 20.55 WIB dan mengakibatkan sejumlah penumpang serta petugas mengalami kondisi terjepit.
  • Tim SAR melakukan ekstraksi korban dan berkoordinasi dengan PT KAI guna memastikan penanganan darurat berjalan dengan optimal.

SuaraJabar.id - Respons cepat terhadap insiden kecelakaan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, pada Senin malam, terus ditingkatkan.

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menunjukkan keseriusannya dengan mengerahkan personel elit mereka, yaitu Basarnas Special Group (BSG), untuk memperkuat penanganan di lokasi kejadian.

Pengerahan tim khusus ini menegaskan komitmen penuh Basarnas dalam menyelamatkan korban dan mengelola situasi darurat dengan optimal.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas, Noer Isroedin, saat dihubungi di Jakarta, Senin malam, mengonfirmasi pengerahan tim ini.

"Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi," kata Noer Isroedin.

Noer memastikan tim SAR yang dikerahkan merupakan personel terlatih dengan kualifikasi khusus dan dibekali peralatan lengkap untuk melakukan ekstraksi pada kecelakaan transportasi darat.

"Kami belum menerima laporan final mengenai jumlah total korban secara rinci, namun tim di lapangan terus berupaya melakukan yang terbaik dengan berkoordinasi bersama pihak PT KAI," katanya.

Adapun berdasarkan informasi awal yang diterima kecelakaan terjadi pada pukul 20.55 WIB. Kereta dilaporkan mengalami tabrakan adu kepala atau head to head dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Hingga berita ini diturunkan, laporan sementara mencatat adanya sejumlah korban dalam insiden tersebut.

Baca Juga: KRD Tabrak CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Luka-luka

Berdasarkan data awal, terdapat empat orang korban dengan rincian satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang dalam kondisi terjepit material kereta.

Selain itu, dilaporkan adanya dua kru dan empat orang lainnya dalam status meninggal dunia (MD), namun data ini masih terus diperbarui. Informasi terbaru masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Basarnas dan KAI. [Antara].

Load More