Andi Ahmad S
Senin, 27 April 2026 | 22:37 WIB
Kecelakaan melibatkan dua rangkaian kereta api terjadi di area Stasiun Bekasi Timur (BKST) pada Senin (27/4/2026) malam. [Suara.com/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kereta CommuterLine dan KRD terlibat tabrakan di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam pukul 20.55 WIB.
  • Insiden adu kepala tersebut menyebabkan sejumlah penumpang serta petugas mengalami luka-luka dan dilaporkan meninggal dunia.
  • PT KAI memprioritaskan evakuasi penumpang serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menangani korban di lokasi kejadian.

SuaraJabar.id - Pasca insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan Kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam WIB, PT Kereta Api Indonesia (KAI) (Persero) secara tegas memfokuskan seluruh upaya pada evakuasi para penumpang. Perusahaan juga menyampaikan permohonan maaf mendalam kepada seluruh pelanggan atas kejadian nahas yang menelan korban luka-luka tersebut.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan resminya, menegaskan bahwa fokus utama perusahaan saat ini adalah keselamatan dan penanganan korban.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh penumpang dan petugas mendapatkan penanganan secepat mungkin dan sebaik mungkin,” kata Anne Purba.

“Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait di lapangan,” tambahnya.

KAI mengkonfirmasi bahwa seluruh upaya difokuskan pada proses evakuasi penumpang dan awak sarana, serta penanganan korban di lokasi kejadian dengan prioritas utama keselamatan.

Berdasarkan informasi yang didapat, CommuterLine sedang berhenti di jalur 1 menuju Cikarang atau arah timur. Beberapa saat kemudian, kereta jarak jauh dari arah barat memasuki jalur yang sama dan langsung menabrak CommuterLine.

Adapun berdasarkan informasi awal yang diterima kecelakaan terjadi pada pukul 20.55 WIB. Kereta dilaporkan mengalami tabrakan adu kepala atau head to head dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Hingga berita ini diturunkan, laporan sementara mencatat adanya sejumlah korban dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data awal, terdapat empat orang korban dengan rincian satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang dalam kondisi terjepit material kereta.

Baca Juga: Tragedi Stasiun Bekasi Timur: Dua Kereta Tabrakan Adu Kepala, Basarnas Kirim Tim Elit

Selain itu, dilaporkan adanya dua kru dan empat orang lainnya dalam status meninggal dunia (MD), namun data ini masih terus diperbarui. Informasi terbaru masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Basarnas dan KAI. [Antara].

Load More