Andi Ahmad S
Senin, 27 April 2026 | 22:45 WIB
KA Argo Bromo Anggrek tabrak KRL di Stasiun Bekasi Timur. (Ist)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan Kereta CommuterLine dan KRD terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam pukul 20.52 WIB.
  • PT KAI bersama kepolisian segera melakukan evakuasi korban terjepit serta menangani rangkaian kereta di lokasi kejadian.
  • Terdapat laporan korban jiwa dan luka-luka akibat peristiwa tersebut yang masih dalam proses pendataan pihak berwenang.

SuaraJabar.id - Insiden kecelakaan antara Kereta CommuterLine dan Kereta Disel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Senin malam menjadi sorotan banyak pihak.

Saat ini PT Kereta Api Indonesia (KAI) memaksimalkan proses evakuasi para penumpang yang menjadi korban dalam kecelakaan kereta api tersebut.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo mengatakan bahwa saat ini proses evakuasi telah dilakukan dan berharap operasional Daerah Operasi (DAOP) 1 kembali normal.

“Saat ini PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian. Kami berupaya semaksimal mungkin agar operasional perjalanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar Franoto.

KAI Daerah Operasi 1 Jakarta menyampaikan telah terjadi gangguan perjalanan kereta api di wilayah Bekasi Timur, tepatnya di emplasemen Stasiun Bekasi Timur KM 28+920 pada Senin pukul 20.52 WIB.

Berdasarkan data awal, terdapat empat orang korban dengan rincian satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang dalam kondisi terjepit material kereta.

Selain itu, dilaporkan adanya dua kru dan empat orang lainnya dalam status meninggal dunia (MD), namun data ini masih terus diperbarui. Informasi terbaru masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Basarnas dan KAI. [Antara].

Load More