- Komisi V DPR RI mempertanyakan penyebab kecelakaan antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur.
- Syaiful Huda menyoroti dugaan kesalahan sistem sinyal, kelalaian manusia, serta rendahnya kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas kereta api.
- DPR RI menunggu hasil investigasi KNKT untuk menetapkan standar keselamatan baru guna mencegah kecelakaan kereta serupa di masa depan.
SuaraJabar.id - Tragedi kecelakaan kereta api yang melibatkan KRL Commuter Line dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur terus memicu berbagai pertanyaan serius.
Kini, sorotan tajam datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, secara terbuka mempertanyakan akar permasalahan dalam tragedi ini, apakah disebabkan oleh persoalan teknis sinyal atau kelalaian manusia.
Dia mempertanyakan permasalahan itu apakah persoalan teknis sinyal atau kelalaian manusia. Menurutnya, setelah KRL terlibat dengan insiden dengan "taksi hijau", KRL yang lain pun bisa menghentikan perjalanan, meski akhirnya tertabrak KA jarak jauh tersebut.
"Pertanyaannya kenapa KA Argo Bromo Anggrek tidak menghentikan perjalanannya?" kata Syaiful dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Dia mengatakan insiden itu sangat memprihatinkan karena saat ini kereta api jarak jauh maupun commuter telah menjadi tulang punggung transportasi masyarakat.
Selain itu, kata Syaiful, negara juga telah berinvestasi besar untuk terus mengembangkan infrastruktur, teknologi persinyalan hingga prosedur operasional perjalanan kereta api.
Kendati demikian, dia masih menunggu investigasi resmi dari Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait pemicu kecelakaan nahas tersebut.
Dia mengatakan jika dari hasil investigasi KNKT diketahui bahwa masinis Argo Bromo Anggrek merasa tertekan karena dikejar waktu harus ada perbaikan manajemen waktu agar tidak menekan masinis secara berlebihan yang mengabaikan keselamatan.
Namun, kata Syaiful, bila hasil investigasi menunjukkan adanya persoalan sinyal harus ada revolusi persinyalan yang presisi.
Baca Juga: Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang
"Jika ada hasil investigasi menunjukkan perlintasan sebidang tanpa penjagaan yang menjadi pemicu maka harus ada perbaikan mendasar terkait infrastruktur," katanya.
Menurut dia, kecelakaan kereta di negara-negara maju meskipun jarang, tetapi pernah terjadi. Namun, kecelakaan-kecelakaan itu memicu revolusi standar keselamatan untuk menekan potensi kecelakaan di masa depan.
"Kami berharap kecelakaan Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line juga harus menjadi titik balik untuk merumuskan standar keselamatan yang lebih baik dari PT KAI ke depan," katanya.
Di sisi lain, dia juga menilai kepatuhan publik untuk mengutamakan perjalanan kereta masih relatif rendah. Saat ini, kata dia, masih banyak masyarakat yang nekat menerobos palang pintu di perlintasan sebidang meskipun sudah ada sinyal kereta hendak melintas.
"Ini juga yang mungkin terjadi perlintasan JPL 85 di mana 'taksi hijau' nekat melintas dan mogok di tengah rel sehingga tertemper KRL 5181," kata dia. [Antara].
Tag
Berita Terkait
-
Tragedi Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: Korban Tewas Bertambah Jadi 14 Orang
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Termasuk di Jawa Barat, Perumnas Dorong Generasi Muda Siapkan Rumah Pertama
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari