- Kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam mengakibatkan 14 korban meninggal dunia dan 84 luka-luka.
- RS Polri Kramat Jati menangani identifikasi 10 kantong jenazah melalui pencocokan data ante mortem dan pemeriksaan post mortem.
- Pihak keluarga korban diminta melapor ke posko DVI RS Polri untuk mempercepat proses rekonsiliasi identitas para korban.
SuaraJabar.id - Pasca insiden kecelakaan kereta api yang melibatkan Kereta CommuterLine dan Kereta Diesel (KRD) jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, kini menjadi pusat penanganan identifikasi korban.
Untuk memastikan proses identifikasi berjalan lancar dan cepat, pihak RS Polri meminta keluarga korban untuk segera melapor ke posko identifikasi korban (Disaster Victim Identification/DVI) yang telah disiapkan.
Kepala Biro Kedokteran Polisi (Karo Dokpol) Pusdokkes Polri, Brigjen Pol Dr. Nyoman Eddy, di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, menjelaskan pentingnya peran keluarga dalam proses identifikasi ini.
"Kami sudah siapkan posko untuk keluarga korban. Di sana akan dilakukan pengumpulan data sebelum kematian (ante mortem) untuk kepentingan identifikasi," kata Brigjen Pol Dr. Nyoman Eddy.
Nyoman menyebut, posko ini untuk membantu proses identifikasi korban kecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam.
"Kami fasilitasi keluarga korban yang merasa kehilangan anggota keluarganya pascakecelakaan yang terjadi pada Senin (27/4) malam," ujar Nyoman.
Selain itu, data ante mortem yang dikumpulkan meliputi informasi medis, ciri-ciri fisik, hingga barang pribadi milik korban. Data tersebut nantinya akan dicocokkan dengan hasil pemeriksaan sesudah kematian (post mortem) terhadap jenazah yang telah dievakuasi.
Hingga saat ini, sebanyak 10 kantong jenazah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati. Namun, seluruh korban masih belum dapat diidentifikasi karena proses pemeriksaan masih berlangsung.
"Seluruh kantong jenazah masih dalam tahap pemeriksaan. Identitas korban belum diketahui dan akan kami pastikan melalui proses rekonsiliasi data," jelas Nyoman.
Baca Juga: Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
Nyoman menambahkan, tim gabungan di lokasi kejadian perkara (TKP) masih melakukan penyisiran untuk memastikan jumlah korban. Proses ini dinilai penting untuk mendapatkan data yang akurat terkait dampak kecelakaan.
Sementara itu, korban luka-luka tidak dirujuk ke RS Polri Kramat Jati, melainkan langsung dibawa ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi untuk mendapatkan perawatan medis.
"Untuk korban luka, semuanya ditangani di rumah sakit sekitar Bekasi," kata Nyoman.
Hingga kini, belum ada jenazah yang diambil oleh keluarga karena seluruhnya masih menunggu proses identifikasi selesai. Polisi memastikan proses tersebut akan dilakukan secara profesional dan sesuai prosedur yang berlaku.
Adapun PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyebutkan korban meninggal dunia atas insiden tabrakan antara kereta Commuter Line dan kereta jarak jauh di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4) malam, bertambah menjadi 14 orang.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menyampaikan berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal dunia.
Tag
Berita Terkait
-
Kronologi Lengkap Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: Bermula dari Mobil di Jalur Perlintasan
-
KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi
-
Kesaksian Korban Selamat: Lokomotif Argo Bromo Tembus Gerbong Belakang CommuterLine di Bekasi
-
Detik-detik KRL Ditabrak Kereta Jarak Jauh di Bekasi Timur, Penumpang: Kami Langsung Dievakuasi
-
Awal Mula Tabrakan Maut KRL vs KA Jarak Jauh di Bekasi: Dipicu Mobil Mogok di Perlintasan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Sempat Bersitegang Soal Jam Pelayanan, Kasus Senam Puskesmas Patrol Berakhir Damai
-
Indonesia Derby 2026 Tembus 24 Ribu Penonton, Sulawesi Utara Raih Juara Umum Kejurnas Seri I