- Bupati Rudy Susmanto menggelar asesmen terbuka pada 28 Juli 2026 untuk penjaringan pejabat eselon III di Kabupaten Bogor.
- Proses seleksi transparan ini diikuti 313 pelamar untuk 31 formasi jabatan pada Dinas Kebudayaan serta Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
- Kebijakan reformasi birokrasi ini bertujuan menemukan potensi aparatur terbaik demi mempercepat layanan perizinan dan pembangunan daerah.
SuaraJabar.id - Pemerintah Kabupaten Bogor terus mendorong langkah pembenahan dan reformasi birokrasi di lingkungan pemerintahan daerah. Sebagai bagian dari upaya penataan kepegawaian, Bupati Bogor Rudy Susmanto menggelar proses asesmen terbuka dalam rangka penjaringan pejabat pimpinan level eselon III kepala bidang di berbagai dinas.
Kebijakan ini menjadi bagian dari transformasi rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bogor guna memastikan pengisian posisi strategis dilakukan secara transparan, profesional, dan berbasis pada kompetensi terbaik yang dimiliki oleh para aparatur.
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa pelaksanaan asesmen terbuka ini bertujuan untuk memberikan ruang yang adil dan setara bagi seluruh ASN Kabupaten Bogor yang memiliki kapabilitas serta dedikasi untuk berkontribusi bagi pembangunan daerah.
"Kita ingin mencari potensi-potensi aparatur sipil negara yang terbaik dan memberikan contoh bahwa proses rekrutmen atau proses penjaringan jabatan ASN eselon 3 kab Bogor kita lakukan transparan mungkin, seobjektif mungkin, siapa yang punya potensi di kab. Bogor, untuk membangun Bogor kita berikan kesempatan," ujar Rudy Susmanto kepada wartawan, Selasa (28/7/2026).
Melalui mekanisme ini, pemerintah daerah tidak hanya sebatas meninjau berkas administrasi atau performa di atas kertas, melainkan melakukan interaksi dan pendalaman langsung terhadap para peserta.
Rudy mengungkapkan bahwa proses penilaian melibatkan sesi wawancara langsung guna menggali gagasan serta visi kepemimpinan para kandidat.
"Bukan hanya melihat, kita juga mewawancara secara secara langsung," tuturnya.
Langkah ini juga membuka tabir potensi para aparatur yang selama ini bertugas di wilayah operasional atau dinas yang letaknya jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Banyak aparatur berkualitas yang sebelumnya kurang mendapat sorotan kini memiliki kesempatan yang sama untuk unjuk kebolehan.
Baca Juga: 6 Fakta Skandal Judi Online ASN Jawa Barat: Ada Transaksi Rp800 Juta Setahun
"Secara umum Banyak orang hebat yang tidak pernah muncul karena dinasnya jauh dari kantor pemerintah dan banyak bakat-bakat hebat di Kabupaten Bogor yang hari ini muncul satu persatu terlihat secara langsung," jelas Bupati Bogor.
Proses penjaringan tahap kedua ini mencakup sejumlah posisi kepala bidang di beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis. Di antaranya adalah tiga posisi kepala bidang di Dinas Kebudayaan serta satu posisi kepala bidang di Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.
Mengingat banyaknya posisi yang dibuka dan besarnya animo para ASN yang mendaftar, proses penjaringan tidak diselesaikan dalam satu hari saja.
Pelaksanaan seleksi dan asesmen akan dilanjutkan secara bertahap agar proses evaluasi berjalan secara komprehensif.
Mengenai mekanisme penetapan hasil seleksi, Bupati menyampaikan bahwa pelaksanaan asesmen masih terus berlangsung dan belum langsung menguncup pada satu nama untuk masing-masing bidang.
"Kebetulan jumlah bidangan cukup banyak yang kita buka untuk asesmen secara terbuka dan hari ini baru selesai 4 bidang, besok insya Allah kita lanjutkan kembali untuk bidang-bidang yang lain," terangnya.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga menyiapkan skema penempatan yang fleksibel bagi para peserta yang dinilai memiliki kapasitas tinggi namun belum berhasil menduduki posisi yang dilamar secara khusus.
Berita Terkait
-
6 Fakta Skandal Judi Online ASN Jawa Barat: Ada Transaksi Rp800 Juta Setahun
-
PPATK Bongkar ASN Pemprov Jabar Main Judi Online, Transaksi Tembus Rp800 Juta Setahun
-
Darurat Judi Online di Kabupaten Bogor, PCNU Deklarasikan 'Jihad Sosial' Bareng Bupati
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Beredar Surat Palsu Mutasi Guru Mengatasnamakan BKPSDM Sukabumi
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Empat Sekolah di Bandung Dapat Dukungan Program Literasi, Siswa Dikenalkan Mitigasi Bencana
-
Sukabumi Rawan Keracunan Pangan, Dinkes Minta Dapur MBG Perketat Pengawasan
-
Agus Suparmanto: Pemecatan oleh Mardiono Langgar AD/ART, Tak Disahkan Menkum
-
Ciamis Terima 15.600 Ayam Petelur, Produksi Telur Ditargetkan 780 Kg per Hari
-
Diteken di Bandung, Indonesia dan Malaysia Perkuat Kerja Sama Ekonomi dan Sosial di Perbatasan