- Petugas Puskesmas Patrol Indramayu viral karena senam pagi saat jam pelayanan pasien pada Juli 2026.
- Pasien melayangkan protes keras dan mengeluhkan pelayanan terhambat akibat kegiatan senam tersebut.
- Kedua belah pihak berdamai secara kekeluargaan setelah pihak kecamatan melakukan mediasi penyelesaian masalah.
SuaraJabar.id - Video aksi sejumlah petugas Puskesmas Patrol, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat yang kedapatan senam pagi di tengah jam pelayanan pasien mendadak viral dan menuai sorotan tajam di media sosial.
Aksi tersebut memicu protes keras dari salah satu pasien yang merasa pelayanan terhambat saat sedang mengantre berobat.
Camat Patrol, Bagus Asep Trisnadi, dalam unggahan instagram indramayuupdate menjelaskan bahwa kegiatan senam tersebut sebenarnya merupakan agenda resmi program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dari Kementerian Kesehatan.
Kendati demikian, pasien mengeluhkan pelayanan yang mendadak melambat serta dentuman suara musik senam yang dinilai sangat mengganggu kenyamanan.
Guna meredam kegaduhan, pihak kecamatan langsung turun tangan memediasi pertemuan antara pasien dan Kepala Puskesmas Patrol.
"Hasilnya, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan," tulis dalam keterangan tersebut, dikutip Selasa (28/7/2026).
Kepala Puskesmas telah menyampaikan permohonan maaf dan berjanji akan membenahi kualitas pelayanan.
Sebagai bentuk iktikad baik, pasien juga melunakkan sikap dengan menghapus video viral tersebut dan mengunggah klarifikasi.
Menindaklanjuti insiden ini, seluruh jajaran pegawai Puskesmas Patrol telah dikumpulkan untuk mendapatkan evaluasi total demi memastikan kejadian serupa tak terulang dan pelayanan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Perlu diketahui, unggahan video viral itu diunggah akun instagram @suarajabarid. Banyak yang membela para petugas kesehatan yang sedang bekerja tersebut.
Seperti salah satu netizen yang mengungkapkan, bahwa senam prolanis salah satu program puskesmas.
"Dasar hukum pelaksanaan kegiatan senam Prolanis (Program Pengelolaan Penyakit Kronis) didasarkan pada Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN), Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), serta Panduan Praktis PROLANIS yang diterbitkan oleh BPJS Kesehatan," tulis akun instagram @itsnot.ekoo.
Baca Juga: Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
Berita Terkait
-
Dibatalkan Sepihak Usai Daftar Ulang, Orang Tua Siswa SMAN 1 Cileungsi Lapor Dedi Mulyadi
-
Sopir Truk Wing Box Jadi Tersangka Kecelakaan Maut Pantura yang Tewaskan 12 Pengantar Pengantin
-
Olah TKP Kecelakaan Maut Pantura Indramayu, Korlantas Polri Temukan Fakta Mengejutkan
-
Jalur Maut Pantura! 141 U-Turn di Indramayu Ternyata Ilegal
-
Daftar Identitas 12 Korban Meninggal Kecelakaan Maut di Indramayu
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
- Viral Karnaval Mirip Ritual Satanisme di Pekalongan, Ada Penyembelihan Hewan dan Okultisme
- Polisi Sebut Wanita di Video Viral Biksu Thailand Mendadak Kaya Sejak Bolak Balik Masuk Kuil
Pilihan
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
-
Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
-
Ada Pelantikan di Istana Sore Ini, Pratikno Ngaku Dapat Undangan Mendadak
-
Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
Terkini
-
Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api
-
BRI dan Holding UMi Dorong Jutaan Pelaku Usaha Ultra Mikro Naik Kelas
-
Kemarau Jabar: 325 Hektare Lahan Terbakar dan 215 Ribu KK Terdampak Kekeringan
-
Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions
-
Tati Purwanti Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei, Tumbuh Bersama Dukungan BRI