Andi Ahmad S
Selasa, 28 April 2026 | 15:00 WIB
Ilustrasi kecelakaan kereta KRL menabrak taksi di Bekasi (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur setelah KRL tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85.
  • KA Argo Bromo Anggrek terlibat insiden dengan KRL yang sedang berhenti di peron Stasiun Bekasi Timur tersebut.
  • Kementerian Perhubungan dan KNKT melakukan investigasi menyeluruh serta memberikan penanganan medis intensif bagi seluruh korban kecelakaan itu.

SuaraJabar.id - Kabar terbaru dan krusial terkait insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, akhirnya diungkap oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menjelaskan bahwa kronologi awal dugaan kecelakaan tersebut bermula saat Kereta Rel Listrik (KRL) relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85, yang kemudian memicu serangkaian insiden.

Menhub Dudy Purwagandhi dalam keterangan di Jakarta, Selasa, memaparkan secara jelas.

"Berdasarkan kronologi awal, insiden kecelakaan bermula ketika rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang tertemper mobil di perlintasan sebidang JPL 85," katanya.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta–Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi intensif dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan proses evakuasi berjalan optimal.

Evakuasi korban dilakukan secara bertahap, terukur, dan penuh kehati-hatian guna meminimalkan risiko tambahan, dengan mempertimbangkan kondisi rangkaian kereta serta keselamatan petugas dan korban.

Baca Juga: KA Pandalungan dan Blambangan Ekspres Beroperasi Sesuai Jadwal Usai Tragedi Tabrakan di Bekasi

"Upaya ini didukung melalui pendirian Posko Tanggap Darurat di Stasiun Bekasi Timur serta penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan," ujar dia.

Kementerian Perhubungan juga mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna mengungkap penyebab pasti kecelakaan secara objektif dan menyeluruh.

Menhub menegaskan pihaknya memberikan ruang dan menunggu KNKT untuk melakukan investigasi secara independen agar hasilnya dapat menjadi dasar evaluasi komprehensif ke depan.

Dudy juga meminta doa dari masyarakat agar proses evakuasi dapat berlangsung dengan cepat, aman, dan tetap mengedepankan keselamatan, serta dapat menyelamatkan korban-korban yang masih ada di dalam kereta api.

"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi secara objektif,” kata Dudy.

Pemerintah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik serta hak-hak sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sistem keselamatan transportasi nasional.

Load More