Andi Ahmad S
Kamis, 28 Mei 2026 | 22:07 WIB
Salah satu Proyek Strategis Nasional - Ruas Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) (indonesia.go,id)
Baca 10 detik
  • Pemerintah pusat resmi menunda proyek pembangunan Tol Jagoratu sepanjang 34 kilometer di Kabupaten Sukabumi karena pergeseran anggaran.
  • Pemerintah kini memprioritaskan penyelesaian proyek Tol Bocimi hingga Bandung dibandingkan pembangunan akses baru menuju wilayah Palabuhanratu tersebut.
  • Pemkab Sukabumi tetap berupaya mencari investor swasta melalui skema kerja sama untuk melanjutkan pembangunan proyek tol tersebut.

SuaraJabar.id - Kabar kurang sedap datang bagi warga Sukabumi Selatan yang menantikan akses jalan tol. Rencana pembangunan Tol Palabuhanratu atau yang akrab disebut Tol Jagoratu (Jakarta-Bogor-Palabuhanratu) resmi mengalami penundaan.

Proyek yang digadang-gadang menjadi solusi kemacetan jalur nasional ini dipastikan tidak akan mulai konstruksi dalam waktu dekat.

Berikut adalah 7 fakta penting di balik penundaan proyek Tol Jagoratu yang perlu Anda ketahui:

1. Resmi Masuk Daftar Penundaan Pemerintah Pusat

Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengonfirmasi bahwa Tol Jagoratu kini masuk dalam daftar proyek infrastruktur yang ditunda. Proyek sepanjang kurang lebih 34 kilometer ini direncanakan menghubungkan wilayah Cibadak (ujung Tol Bocimi Seksi 2) langsung menuju jantung Palabuhanratu.

2. Dampak Pergeseran Fokus Anggaran Era Presiden Prabowo

Semula, konstruksi fisik Tol Jagoratu direncanakan mulai berjalan pada tahun 2025 atau awal 2026. Namun, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menjelaskan bahwa terjadi pergeseran fokus anggaran di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Alokasi dana kini diprioritaskan untuk program strategis lainnya.

3. Pemerintah Fokus Selesaikan Tol Bocimi hingga Bandung

Alih-alih membangun jalur baru ke Palabuhanratu, pemerintah pusat memilih untuk menuntaskan jaringan utama Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi). Prioritas saat ini adalah menyelesaikan Seksi 3 dan berlanjut ke Seksi 4 menuju Cianjur hingga tembus ke Bandung Barat. Jalur ini dinilai lebih krusial untuk menghubungkan pusat ekonomi utama Jawa Barat.

Baca Juga: Proyek Tol Menuju Palabuhanratu Sukabumi Batal Mulai Tahun Ini

4. Warisan Rencana Ambisius Era Jokowi

Rencana percepatan tol ini sebenarnya dimulai pada tahun 2022 di era Presiden Joko Widodo. Saat itu, pemerintah menargetkan percepatan jadwal pembangunan dari rencana awal tahun 2035 menjadi tahun 2025. Proyek ini bahkan sempat berganti nama dari Tol Cibaratu (Cibadak-Palabuhanratu) menjadi bagian dari koridor Jagoratu.

5. Melintasi 5 Kecamatan dan 19 Desa

Berdasarkan perencanaan teknis, tol ini dirancang membentang di 19 desa yang tersebar di lima kecamatan, yaitu:

  • Nagrak
  • Cibadak
  • Warungkiara
  • Bantargadung
  • Palabuhanratu

Rencana awal mencakup pembangunan simpang susun di Warungkiara dan Bantargadung guna mempermudah akses warga lokal.

6. Pemkab Sukabumi Berharap pada Investor Swasta

Load More