- Pemkot Bogor membangun fasilitas PSEL di Galuga dan Kayumanis untuk mengolah 2.500 ton sampah menjadi energi listrik.
- Proyek ini bertujuan mendukung ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan bahan bakar fosil.
- Pembangunan PSEL di Kayumanis menghadapi penolakan warga akibat minimnya sosialisasi mengenai dampak kesehatan serta kenyamanan lingkungan sekitar.
SuaraJabar.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kini menancapkan ambisi besar dalam mendukung transisi energi bersih nasional dan mengatasi persoalan sampah yang menggunung.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Galuga dan Kayumanis akan menjadi langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan batu bara sekaligus memperkuat pemanfaatan bauran energi baru terbarukan (EBT) nasional.
"PSEL itu harapan masa depan Indonesia. Kita akan memiliki alternatif energi baru terbarukan," kata Dedie di Bogor, dilansir dari Antara, Selasa (30/6/2026).
Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya PSEL sebagai solusi ganda tidak hanya mengatasi masalah sampah, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan energi.
Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Galuga dan Kayumanis menjadi bagian dari upaya mendorong transisi energi di tengah tingginya kebutuhan listrik nasional yang masih bergantung pada bahan bakar fosil.
- PSEL Galuga: Rencananya akan mampu mengolah sampah hingga 1.500 ton per hari.
- PSEL Kayumanis: Akan memiliki kapasitas pengolahan sampah hingga 1.000 ton per hari.
Dengan total kapasitas 2.500 ton sampah per hari, PSEL ini akan menjadi tulang punggung pengelolaan sampah Kota Bogor dan sumber energi baru yang signifikan.
Mengapa PSEL Penting?
Dedie A. Rachim menjelaskan urgensi pengembangan EBT. Kebutuhan bahan bakar minyak nasional mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 700 ribu barel per hari.
Di sektor ketenagalistrikan, penggunaan batu bara juga masih mendominasi. Sebagai ilustrasi, PLTU Suralaya di Banten membutuhkan sekitar 32 ribu ton batu bara per hari untuk memasok listrik wilayah Jabodetabek. Menurut Dedie, kebutuhan energi tersebut setara dengan sekitar enam unit PSEL.
Baca Juga: Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
"Sudah saatnya kita tidak lagi bergantung pada batu bara. Berbagai negara di Eropa, Asia Tengah, hingga Timur Tengah telah beralih dan mengurangi penggunaan batu bara sebagai sumber energi," ujar Dedie.
Teknologi PSEL menggunakan sistem filtrasi berlapis sehingga emisi yang dihasilkan dapat dikendalikan dan memenuhi prinsip pengembangan energi baru terbarukan.
Pembangunan dua unit PSEL di Bogor ini tidak hanya mendukung ketahanan energi nasional, tetapi juga mengurangi ketergantungan terhadap impor energi dan penggunaan batu bara di tengah meningkatnya kebutuhan listrik, termasuk akibat berkembangnya kendaraan listrik.
Solusi Holistik Pengelolaan Sampah Kota Bogor
Selain menghasilkan listrik, PSEL juga menjadi solusi pengelolaan sampah di Kota Bogor. Saat ini timbulan sampah di Kota Bogor mencapai sekitar 1.000 ton per hari. Sebanyak 700 ton di antaranya diangkut ke TPA menggunakan 110 truk, sedangkan sisanya belum seluruhnya tertangani.
Dedie mengatakan pengelolaan sampah melalui PSEL akan dipadukan dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R).
Berita Terkait
-
Puncak HJB ke-544: Sentul City Sukses Fasilitasi Turnamen Minisoccer Antar Jurnalis se-Bogor Raya
-
Kios Puncak Cianjur Digusur, Dedi Mulyadi Guyur Modal Usaha Rp10 Juta per Pedagang
-
Istana Bogor Digerebek Mahasiswa Unpak, Suarakan Mosi Tidak Percaya ke Pemerintah
-
Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Senilai Rp1 Triliun di Bogor
-
Bawang Putih Jarang Tumbuh di Dataran Rendah, PTPN I Pilih Gunung Mas Puncak untuk Trial
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- 12 Pilihan Mesin Cuci Langsung Kering Tanpa Jemur
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Jejak Aparat pada Kematian Pedagang Cermin saat Demo 27 Agustus 2026
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
Terkini
-
Dorong Mitigasi Bencana Jabar, Iwan Suryawan Minta Kalkulasi Anggaran Realistis dan Nyata
-
Bantu UMKM Hadapi Biaya Operasional Membengkak, Toco Academy Bagikan Strategi Pecah Telur di Bogor
-
Mobilitas Makin Fleksibel, BRI Infinite Prioritas Tawarkan Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Buntut Skandal Kamar Mewah, Bangunan Fasilitas Khusus di Lapas Cibinong Akhirnya Diratakan
-
Temuan Anyar Sidak DPR di Lapas Cibinong: Ada Bangunan Tanpa Izin dan Krisis Tenaga Kesehatan