Ronald Seger Prabowo
Kamis, 30 Juli 2026 | 15:04 WIB
Ilustrasi kasus pelecehan seksual. (Suara.com/Ema Rohimah)
Baca 10 detik
  • Seorang perempuan berusia 19 tahun bernama SD nyaris menjadi korban pelecehan seksual oleh seorang pria di Sukabumi pada Rabu malam, 29 Juli 2026.
  • Aksi pelaku gagal setelah korban melakukan perlawanan sengit dan sebuah mobil melintas di lokasi perkebunan karet Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi.
  • Korban selamat meskipun kehilangan telepon genggam serta uang gajinya, dan pihak keluarga berencana melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Tegalbuleud.

SuaraJabar.id - Keberanian seorang perempuan berusia 19 tahun melawan pelaku diduga berhasil menggagalkan percobaan pelecehan seksual.

Aksi bejat itu nyaris terjadi di kawasan perkebunan karet PTPN Cikaso, ruas Jalan Nasional Surade–Tegalbuleud, tepatnya di wilayah Kiara Ayunan, Kampung Cibugel, Desa Sumberjaya, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Rabu (29/7/2026) malam.

Korban berinisial SD (19), warga Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, dilaporkan selamat setelah melakukan perlawanan saat diduga hendak menjadi korban kekerasan seksual. Aksi pelaku juga diduga terhenti setelah sebuah mobil melintas di lokasi kejadian.

Kepala Desa Sirnasari, Miftahudin, membenarkan bahwa korban merupakan warganya. Ia mengatakan korban bekerja di sebuah apotek di wilayah Surade sejak lulus sekolah menengah atas sekitar dua tahun lalu.

"Korban memang warga Desa Sirnasari. Usianya sekitar 19 tahun. Ayahnya sedang merantau bekerja di luar Pulau Jawa, sehingga di rumah hanya bersama ibunya dan sering juga tinggal di rumah neneknya di Desa Ciparay," kata Miftahudin melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).

Berdasarkan informasi awal yang diterimanya, korban dijemput oleh seorang pria yang diduga telah dikenalnya dari lingkungan tempat kerja. Setelah itu, korban dibawa menuju kawasan Tegalbuleud.

"Informasi sementara yang kami terima, korban dijemput oleh terduga pelaku di tempat kerjanya, kemudian dibawa ke arah Tegalbuleud. Setibanya di kawasan kebun karet, korban diduga hendak menjadi korban kekerasan seksual. Beruntung korban melakukan perlawanan, dan ada pengendara mobil yang melintas sehingga aksi tersebut tidak sampai terjadi," ujarnya.

Usai gagal menjalankan dugaan aksinya, pelaku diduga membawa kabur telepon genggam milik korban beserta uang hasil gaji yang baru diterimanya sebelum melarikan diri dari lokasi.

Korban kemudian memperoleh pertolongan dari pengendara mobil yang melintas dan berhasil keluar dari lokasi kejadian dengan selamat.

Baca Juga: Kebakaran Kasepuhan Ciptamulya: 51 Rumah dan 49 Leuit Hangus, Puluhan Ton Padi Musnah

Sementara itu, Kepala Desa Ciparay, Asep Saepudin, yang juga merupakan kerabat korban, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihak keluarga, kata dia, akan menempuh jalur hukum agar kasus tersebut diproses sesuai ketentuan yang berlaku.

"Korban merupakan anak dari adik istri saya. Kejadian pada Rabu malam itu memang benar. Sebagai pihak keluarga, kami akan melaporkan peristiwa ini ke Polsek Tegalbuleud agar dapat diproses sesuai hukum yang berlaku," ujarnya.

Hingga kini, kasus dugaan percobaan pemerkosaan disertai dugaan perampasan tersebut masih dalam penanganan kepolisian. Identitas terduga pelaku belum diumumkan secara resmi, sementara aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap dan memburu pelaku.

Load More