- Pelajar SD berinisial SN di Sukabumi mengalami luka bakar serius akibat tersiram air panas pada Senin pagi, 27 Juli 2026.
- Air panas tersebut dilemparkan oleh bibinya yang merupakan ODGJ dan awalnya berniat menyiram ibu kandungnya sendiri di rumah.
- Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RSUD Jampangkulon dan telah sukses menjalani operasi melalui program GAKINDA.
SuaraJabar.id - Nasib nahas dialami SN alias Sandi (11), bocah SD di Kampung Bojonglame, RT 03/RW 01, Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.
Bocah tersebut mengalami luka bakar serius setelah tersiram air panas yang diduga dilemparkan oleh bibinya, Nuraeni (46), yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 06.20 WIB, ketika korban baru selesai mandi dan tengah bersiap berangkat ke sekolah.
Kepala Desa Caringinnunggal, Neji Jaenudin, mengatakan insiden bermula saat terjadi pertengkaran antara Nuraeni dengan ibu kandungnya, Piat, di halaman rumah. Dalam kondisi emosi, pelaku disebut sempat masuk ke dapur dengan maksud mengambil api untuk membakar rumah ibunya.
"Korban saat itu baru selesai mandi dan sedang bersiap berangkat ke sekolah. Pelaku sempat dimarahi oleh ibu kandungnya, kemudian emosi dan masuk ke dapur dengan niat mengambil api untuk membakar rumah ibunya," kata Neji, melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (31/7/2026).
Aksi tersebut sempat dicegah oleh Yulianti, ibu korban yang juga merupakan adik ipar pelaku. Namun upaya itu justru membuat pelaku semakin emosi.
Menurut Neji, pelaku kembali ke dapur dan mengambil teko berisi air yang baru mendidih. Air panas itu diduga hendak disiramkan kepada ibu kandungnya.
Namun, sang ibu berhasil menghindar sehingga air panas justru mengenai Sandi yang berdiri tepat di belakang neneknya.
"Air panas itu awalnya hendak disiramkan kepada ibu kandungnya, tetapi berhasil menghindar. Nahas, air panas justru mengenai Sandi yang berdiri tepat di belakang neneknya hingga mengalami luka bakar," ujarnya.
Baca Juga: Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan
Setelah kejadian, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Sementara itu, keluarga korban meminta pertolongan warga dan menghubungi Pemerintah Desa Caringinnunggal untuk mendapatkan bantuan ambulans.
Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RSUD Jampangkulon sekitar pukul 06.45 WIB dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 07.15 WIB untuk menjalani penanganan medis.
Neji mengatakan korban telah menjalani operasi dan memperoleh layanan kesehatan melalui program GAKINDA (Keluarga Miskin Daerah).
"Korban sudah menjalani operasi dan mendapatkan penanganan menggunakan program GAKINDA," katanya.
Pemerintah desa juga mengungkapkan bahwa Nuraeni telah mengalami gangguan jiwa selama lebih dari 10 tahun. Selama ini, keluarga tidak pernah melakukan pemasungan terhadap yang bersangkutan.
Keterangan tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Waluran, Sitty Rochmah. Ia menyatakan Nuraeni merupakan salah satu pasien ODGJ yang berada dalam pemantauan rutin petugas kesehatan bersama lintas sektor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
- Sempat Nganggur Gegara Timnas Indonesia, Roberto Mancini Resmi Latih Italia
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polres Garut Sita Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, Seorang Pria Asal Aceh Ditangkap
-
Tetangga Manfaatkan Kedekatan, Siswi SMP di Pangandaran Jadi Korban Kekerasan Seksual
-
Bawa Kasus Penebangan Pohon ke Jalur Hukum, Farhan Siap Lapor Gubernur Jabar dan KLH
-
Tangis Bocah Berujung Viral, Ayah Terduga Pelaku Penganiayaan di Cimahi Ditangkap
-
Sekolah Nyaris Roboh, Siswa di Tasikmalaya Belajar dengan Rasa Waswas