Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 31 Juli 2026 | 12:00 WIB
Tragis, bocah SD di Sukabumi tersiram air panas diduga akibat amukan kerabat. [Sukabumiupdate]
Baca 10 detik
  • Pelajar SD berinisial SN di Sukabumi mengalami luka bakar serius akibat tersiram air panas pada Senin pagi, 27 Juli 2026.
  • Air panas tersebut dilemparkan oleh bibinya yang merupakan ODGJ dan awalnya berniat menyiram ibu kandungnya sendiri di rumah.
  • Korban langsung dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RSUD Jampangkulon dan telah sukses menjalani operasi melalui program GAKINDA.

SuaraJabar.id - Nasib nahas dialami SN alias Sandi (11), bocah SD di Kampung Bojonglame, RT 03/RW 01, Desa Caringinnunggal, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Bocah tersebut mengalami luka bakar serius setelah tersiram air panas yang diduga dilemparkan oleh bibinya, Nuraeni (46), yang diketahui merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Peristiwa itu terjadi pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 06.20 WIB, ketika korban baru selesai mandi dan tengah bersiap berangkat ke sekolah.

Kepala Desa Caringinnunggal, Neji Jaenudin, mengatakan insiden bermula saat terjadi pertengkaran antara Nuraeni dengan ibu kandungnya, Piat, di halaman rumah. Dalam kondisi emosi, pelaku disebut sempat masuk ke dapur dengan maksud mengambil api untuk membakar rumah ibunya.

"Korban saat itu baru selesai mandi dan sedang bersiap berangkat ke sekolah. Pelaku sempat dimarahi oleh ibu kandungnya, kemudian emosi dan masuk ke dapur dengan niat mengambil api untuk membakar rumah ibunya," kata Neji, melansir Sukabumiupdate--jaringan Suara.com, Jumat (31/7/2026).

Aksi tersebut sempat dicegah oleh Yulianti, ibu korban yang juga merupakan adik ipar pelaku. Namun upaya itu justru membuat pelaku semakin emosi.

Menurut Neji, pelaku kembali ke dapur dan mengambil teko berisi air yang baru mendidih. Air panas itu diduga hendak disiramkan kepada ibu kandungnya.

Namun, sang ibu berhasil menghindar sehingga air panas justru mengenai Sandi yang berdiri tepat di belakang neneknya.

"Air panas itu awalnya hendak disiramkan kepada ibu kandungnya, tetapi berhasil menghindar. Nahas, air panas justru mengenai Sandi yang berdiri tepat di belakang neneknya hingga mengalami luka bakar," ujarnya.

Baca Juga: Mencekam! Buaya Situ Habibi Sukabumi Terekam Menerkam Anak Sapi di Depan Wisatawan

Setelah kejadian, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Sementara itu, keluarga korban meminta pertolongan warga dan menghubungi Pemerintah Desa Caringinnunggal untuk mendapatkan bantuan ambulans.

Korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans desa ke RSUD Jampangkulon sekitar pukul 06.45 WIB dan tiba di rumah sakit sekitar pukul 07.15 WIB untuk menjalani penanganan medis.

Neji mengatakan korban telah menjalani operasi dan memperoleh layanan kesehatan melalui program GAKINDA (Keluarga Miskin Daerah).

"Korban sudah menjalani operasi dan mendapatkan penanganan menggunakan program GAKINDA," katanya.

Pemerintah desa juga mengungkapkan bahwa Nuraeni telah mengalami gangguan jiwa selama lebih dari 10 tahun. Selama ini, keluarga tidak pernah melakukan pemasungan terhadap yang bersangkutan.

Keterangan tersebut dibenarkan Kepala Puskesmas Waluran, Sitty Rochmah. Ia menyatakan Nuraeni merupakan salah satu pasien ODGJ yang berada dalam pemantauan rutin petugas kesehatan bersama lintas sektor.

Load More