- Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya menyelidiki dugaan penganiayaan siswa SD oleh teman sekelasnya di Kabupaten Tasikmalaya.
- Peristiwa terjadi saat jam istirahat menjelang pentas seni akhir tahun 2025 di lingkungan sekolah korban.
- Akibat penganiayaan tersebut, korban menderita sakit perut dan harus menjalani operasi di RS Margono Soekarjo, Purwokerto.
SuaraJabar.id - Polres Tasikmalaya melalui Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal tengah menyelidiki dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa SD yang diduga dilakukan oleh teman sekelasnya di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo mengatakan penyelidikan dilakukan setelah pihak kepolisian menerima laporan dari orang tua korban.
Sejumlah saksi telah dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi serta memastikan fakta-fakta dalam perkara tersebut.
"Kami tangani kasus ini dengan profesional. Sejumlah saksi sudah kami mintai keterangan," kata Josner, Jumat (31/7/2026).
Menurutnya, penyidik masih mendalami motif kejadian serta menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian dalam peristiwa tersebut. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap korban dan pihak-pihak yang mengetahui kejadian.
Josner menjelaskan penanganan perkara dilakukan dengan mengacu pada ketentuan hukum yang berlaku karena baik korban maupun terduga pelaku sama-sama masih berusia di bawah 12 tahun.
"Sudah ditangani oleh kami. Karena ini melibatkan anak, baik korban maupun terduga pelaku sama-sama di bawah 12 tahun, maka penanganannya sesuai KUHP baru," ujarnya.
Sementara itu, orang tua korban, Erni Trisnayanti, mengungkapkan anaknya diduga mengalami penganiayaan saat masih duduk di bangku kelas II SD.
Peristiwa itu disebut terjadi ketika para siswa sedang bermain di lingkungan sekolah menjelang kegiatan pentas seni akhir tahun 2025.
Baca Juga: Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sakit pada bagian perut hingga harus menjalani operasi di RS Margono Soekarjo, Purwokerto, Jawa Tengah.
"Anak saya akhirnya dioperasi di Rumah Sakit Margono Purwokerto. Alhamdulillah kondisinya ada perbaikan," kata Erni.
Erni menuturkan laporan ke kepolisian baru disampaikan setelah kondisi kesehatan anaknya mulai membaik. Selama ini, keluarga lebih memprioritaskan proses pengobatan dan pemulihan korban.
"Saya sengaja melaporkan ini agar ada keadilan untuk anak saya," ujarnya.
Saat ini, Polres Tasikmalaya masih melakukan penyelidikan dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak serta memastikan seluruh proses hukum berjalan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
[ANTARA]
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Polres Tasikmalaya Selidiki Dugaan Penganiayaan Siswa SD, Korban Sempat Jalani Operasi
-
Tragis! Pikap vs Kendaraan Tak Dikenal di Tol Cipularang, Sopir dan Penumpang Tewas
-
Tragis, Bocah SD di Sukabumi Tersiram Air Panas Diduga Akibat Amukan Bibi
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman