- Ibu korban melaporkan dugaan penganiayaan oleh teman sekelas di lingkungan sekolah ke Polres Tasikmalaya pada Kamis, 30 Juli 2026.
- Korban mengalami luka serius pada bagian perut akibat pemukulan tersebut hingga harus menjalani operasi medis di Rumah Sakit Margono, Purwokerto.
- Unit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya langsung menindaklanjuti laporan dengan melakukan olah TKP, memeriksa saksi, dan mendalami dugaan kelalaian pengawasan sekolah.
SuaraJabar.id - Dugaan penganiayaan terhadap seorang siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, kini tengah diselidiki kepolisian.
Kasus tersebut mencuat setelah korban mengalami luka serius pada bagian perut hingga harus menjalani operasi di Rumah Sakit Margono, Purwokerto, Jawa Tengah.
Korban diduga menjadi sasaran kekerasan yang dilakukan oleh teman sekelasnya saat keduanya berada di lingkungan sekolah. Peristiwa itu terjadi ketika korban masih duduk di bangku kelas II SD, saat para siswa tengah mempersiapkan kegiatan pentas seni akhir tahun.
Ibu korban, Erni Trisnayanti, mendatangi Polres Tasikmalaya pada Kamis (30/7/2026) untuk melaporkan dugaan penganiayaan tersebut. Dengan mata berkaca-kaca, ia berharap kasus yang menimpa anaknya dapat diproses sesuai hukum yang berlaku.
"Kejadian kekerasan itu terjadi saat anak saya masih duduk di bangku kelas dua SD. Saat itu anak saya sedang bermain di lingkungan sekolah sambil mempersiapkan acara pentas seni akhir tahun. Tiba-tiba anak saya dipukul oleh teman sekelasnya," kata Erni melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com, Kamis (30/7/2026).
Menurut Erni, setelah kejadian tersebut anaknya mengeluhkan rasa sakit yang hebat pada bagian perut. Meski sempat menjalani sejumlah pemeriksaan medis, kondisi korban terus memburuk hingga dokter memutuskan tindakan operasi sebagai langkah penyelamatan.
"Saya baru sempat melaporkan kejadian ini ke polisi baru-baru ini karena selama ini fokus utama saya adalah pengobatan dan pemulihan kesehatan anak saya," katanya.
Saat ini korban telah duduk di bangku kelas III SD. Kondisinya berangsur membaik setelah menjalani operasi, namun masih harus menjalani pemulihan fisik dan pendampingan untuk mengatasi trauma akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tasikmalaya memastikan telah menindaklanjuti laporan tersebut.
Baca Juga: Hubungi Keluarga Korban via Telepon, Hotman Paris: Jangan Takut, Laporkan Jika Ada Korban Lain
Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa sejumlah saksi, serta meminta keterangan dari pihak keluarga.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, mengatakan penanganan perkara dilakukan dengan mengedepankan prinsip perlindungan anak karena korban maupun terduga pelaku masih berstatus anak di bawah umur.
"Penanganan perkara ini dilakukan secara profesional dan hati-hati. Mengingat korban maupun terduga pelaku anak di bawah umur, proses hukum penanganannya disesuaikan dengan aturan perundang-undangan perlindungan anak," ujarnya.
Selain menyelidiki motif dugaan pemukulan, penyidik juga mendalami kronologi kejadian, termasuk kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam pengawasan terhadap para siswa saat peristiwa berlangsung di lingkungan sekolah.
Hingga kini, penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap secara utuh penyebab dan rangkaian peristiwa yang mengakibatkan korban mengalami luka serius.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Nyaris Beredar! Polisi Gagalkan Distribusi 784 Ribu Butir Obat Keras Ilegal di Bandung
-
Niat Bermain Berakhir Duka, Bocah 5 Tahun Tenggelam di Sungai Cianjur
-
Menembus Kepulauan Talaud, Mantri BRI Jadi Penggerak Pertumbuhan UMKM hingga Pelosok
-
Bocah SD Diduga Jadi Korban Penganiayaan, Kini Jalani Operasi, Polisi Selidiki Kasusnya