Ronald Seger Prabowo
Senin, 10 Agustus 2026 | 16:47 WIB
Kondisi lahan Perhutani BKPH Bojonglopang, RPH Nangka Tepus, Desa Bojongjengkol, Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla), Senin (10/8/2026). [Sulabumiupdate/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Kebakaran hutan seluas 18 hektare di Jampangtengah Sukabumi terjadi sejak Sabtu malam, 8 Agustus 2026.
  • Hingga Senin pagi, 10 Agustus 2026, lokasi kebakaran masih menyisakan bara api pada tunggul kayu bekas tebangan.
  • Kebakaran dipastikan aman dari permukiman warga karena lokasi berada di perbukitan yang jauh dari perkampungan.

“Kalau untuk ke kampung, aman karena lokasinya jauh dari permukiman,” katanya.

Ia menambahkan, material yang terbakar didominasi sisa kayu hasil penebangan, ranting, dan dedaunan kering. Sejumlah titik yang masih mengeluarkan asap diduga berasal dari tunggul pohon pinus yang masih menyimpan bara di bagian dalam.

Proses penanganan kebakaran juga menghadapi kendala akses menuju lokasi. Mobil pemadam kebakaran tidak dapat menjangkau titik kebakaran karena tidak tersedia jalan yang dapat dilalui kendaraan menuju kawasan tersebut.

“Untuk pemadaman menggunakan mobil pemadam kebakaran mana bisa masuk lewat jalan itu. Tidak ada akses ke hutan, medannya berupa hutan yang terjal dan berlereng,” ungkap Nirwana.

Load More