Ronald Seger Prabowo
Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB
Replika gajah berukuran sekitar lima meter menjadi salah satu daya tarik dalam karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (17/8/2026). [Harapanrakyat]
Baca 10 detik
  • Warga Desa Neglasari mengarak replika patung gajah setinggi lima meter saat karnaval HUT ke-81 RI pada Senin, 17 Agustus 2026.
  • Patung gajah buatan warga RW 13 Dusun Warung Buah tersebut terbuat dari bahan limbah daur ulang yang bernilai sejarah lokal.
  • Kehadiran replika gajah yang ditandu delapan orang itu berhasil menarik perhatian masyarakat serta menjadi ikon baru desa.

SuaraJabar.id - Replika gajah berukuran sekitar lima meter menjadi salah satu daya tarik dalam karnaval perayaan HUT ke-81 RI di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Senin (17/8/2026).

Replika berwarna hitam tersebut diarak menuju Lapangan Sepak Bola Ekadaya. Karena ukurannya yang besar, patung gajah harus ditandu oleh sekitar delapan orang saat memasuki area lapangan.

Kehadiran replika itu sontak menarik perhatian warga yang mengikuti rangkaian upacara dan perayaan kemerdekaan. Bagi masyarakat Desa Neglasari, patung gajah tersebut bukan sekadar hiasan karnaval, tetapi juga memiliki kaitan dengan sejarah lokal.

Sekretaris Desa Neglasari Dedi Rosdiana mengatakan, replika gajah merupakan hasil kreativitas warga RW 13, Dusun Warung Buah. Patung tersebut dibuat untuk memperkenalkan salah satu bagian dari sejarah wilayah setempat sekaligus diharapkan menjadi ikon desa.

“Gajah ini sejarah salah satu wilayah yang ada di Dusun Warung Buah yaitu Batu Gajah. Mudah-mudahan menjadi ikon Desa Neglasari, dijadikan kreasi dan seni,” kata Dedi melansir Harapanrakyat--jaringan Suara.com.

Menurutnya, replika gajah tersebut dibuat menggunakan material limbah yang didaur ulang. Kreativitas warga kemudian diwujudkan dalam bentuk patung berukuran besar untuk ditampilkan dalam karnaval kemerdekaan.

Simbol Kekuatan dan Kebersamaan

Dedi menjelaskan, gajah dipilih karena memiliki makna simbolis berupa kekuatan dan kesetiaan. Nilai tersebut sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan masyarakat dalam membangun desa.

“Gagah perkasa dan setia. Simbol yang dibawa oleh kita dalam upacara, menandakan gagah perkasa negara Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan

Selain replika gajah, warga juga menampilkan berbagai kreativitas lainnya dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di Desa Neglasari.

Dedi berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Menurutnya, kemerdekaan harus diisi dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong kemajuan desa.

“Kemerdekaan ini milik kita bersama. Kita jadikan semangat kemerdekaan ini untuk membangun desa agar masyarakat hidup sejahtera,” pungkasnya.

Load More